Sekda Jateng Sambut Baik Program MERA untuk Selamatkan Kawasan Pesisir

Juni 21, 2019

SEMARANG, RAKYATJATENG – Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sri Puryono menyambut baik kemitraan yang dilakukan PT Djarum dan Yayasan Konservasi Alam Nusantara untuk merestorasi ekosistem pesisir di Semarang dan Jakarta melalui program Mangrove Ecosystem Restoration Alliance (MERA). Dia berharap, program tersebut akan memberikan dampak positif pada upaya penyelamatan kawasan pesisir, khususnya ekosistem mangrove.Hal itu disampaikan Sekda saat menghadiri Kick Off WorkshopPengembangan Perencanaan Restorasi Pesisir Semarang dan Penandatanganan Kerjasama PT Djarum dengan Yayasan Konservasi Alam Nusantara untuk Restotasi Pesisir Semarang dan Jakarta di Aston Hotel, Semarang, Kamis (20/6). Menurutnya, wilayah pesisir mesti dikelola sebaik mungkin demi kesejahteraan masyarakat.Ditambahkan, di Jateng terdapat 17 daerah yang memiliki kawasan pesisir dengan beragam potensi sumber daya hayati dan non hayati, termasuk Kota Semarang.Perda Provinsi Jawa Tengah Nomor 13 Tahun 2018 tentang Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Provinsi Jawa Tengah Tahun 2018-2038 menyebutkan, Jateng memiliki garis pantai sepanjang 971 kilometer yang terdiri atas 645 kilometer garis pantai utara dan 326 kilometer garis pantai selatan.Kekayaan sumber daya alam laut dan kawasan pesisir Jawa Tengah dengan keindahan dan keasriannya itu menjadi sektor yang berpotensi untuk meningkatkan ekonomi masyarakat.“Karenanya, Pemprov Jateng terus membangun, memanfaatkan dan mengeksplorasi potensi kekayaan sumber daya alam laut dan kawasan pesisir serta pulau-pulau kecil untuk kesejahteraan masyarakat Jawa Tengah serta terus melakukan perbaikan kawasan mangrove,” ujarnya.Sekda menjelaskan, terdapat beberapa hal yang perlu menjadi perhatian dalam pengelolaan mangrove. Antara lain mengoptimalkan partisipasi masyarakat dalam perencanaan dan implementasi pengelolaan, pengembangan yang ramah lingkungan, pemantapan koordinasi antar lembaga dan sinergi lintas sektor dan mengoptimalkan fungsi kelembagaan pemerintah dan masyarakat untuk membangun tata ekosistem mangrove daerah yang terintegrasi.

Komentar