Revitalisasi Stadion Manahan, Drainase Kawasan Dibenahi, 4 Bulan Ditarget Selesai

Juni 21, 2019
Belum ada gambar

SOLO, RAKYATJATENG – Bisa jadi publik akan bertanya-tanya terkait proyek drainase yang beberapa bulan ke depan berlangsung di sekitar Stadion Manahan. Sebab saat ini saja tumpukan box culvert, deretan alat berat, serta aktivitas pekerja proyek mulai menghiasi pemandangan di kawasan tersebut.Memang, pemandangan itu sebenarnya lazim dijumpai di lokasi manapun, terutama saat musim kemarau. Sebab Pemkot Surakarta memang menganggap kemarau adalah saat yang tepat guna merealisasikan rencana pembangunan atau normalisasi saluran. Sebut saja proyek normalisasi drainase di city walk Jalan Slamet Riyadi.Namun di balik kelaziman itu, proyek pembangunan drainase di kawasan Manahan ternyata memiliki maksud lain. Bila ditelusuri, proyek itu sebenarnya merupakan buah dari kebiasaan Pemkot dalam menyusun rencana penataan secara komprehensif.“Pemkot sudah mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat untuk merevitalisasi Stadion Manahan. Overpass Manahan juga sudah beroperasi. Jika nantinya pengembangan kawasan Manahan direalisasikan tapi drainase di bawahnya tidak siap, ya padha wae. Percuma saja ditata bagus kalau tiap hujan terjadi genangan,” tegas Kepala Bidang (Kabid) Sumber Daya Air dan Drainase Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Sihono.Sihono lantas menyebut revitalisasi Stadion Manahan sebagai salah satu pemicu pokok penataan ulang drainase di kawasan tersebut. “Stadion Manahan nantinya akan menjadi stadion bertaraf internasional. Berdasarkan aturan, begitu rumput disiram tidak boleh ada air yang menggenang. Sekali tergenang, kualifikasinya bisa turun. Makanya sekali disiram air harus tuntas mengalir,” papar dia.Hal lain yang mendorong Pemkot merencanakan pembenahan sistem drainase di kawasan Manahan adalah overpass. “Overpass harus diimbangi dengan drainase di sekitarnya yang memadai. Jika tidak, maka akan muncul genangan di sekitar Patung Kuda.”Berangkat dari kedua analisa tersebut, skenario penataan ulang saluran pun disusun sejak akhir 2018 dan mulai direalisasikan beberapa waktu terakhir. Teknisnya, Pemkot bakal menormalisasi drainase di sejumlah titik seperti Jalan Menteri Supeno, Jalan MT Haryono, dan Kampung Purworejo. Adapun sisanya adalah pembuatan sudetan dan drainase baru di Jalan MT Haryono dan Jalan RM Said.“Kami sekalian menormalisasi saluran-saluran yang sudah ada, untuk mengurangi potensi genangan. Misalnya di drainase Kampung Purworejo. Selama ini warga setempat kerap mengeluhkan genangan di sekitar permukiman mereka, akibat tidak maksimalnya saluran di sana,” terang Sihono seperti dilansir laman resmi Pemprov Jateng.Tenggat waktu empat bulan pun dipatok Pemkot, guna menyelesaikan seluruh pekerjaan itu. “Kami optimistis bisa menyelesaikannya, sebab pola jaringan drainase sudah bisa ditemukan. Bahkan kemungkinan pengerjaannya bisa lebih singkat, jika ada percepatan dan penambahan alat serta tenaga,” tandas Sihono.Sementara itu revitalisasi Stadion Manahan sudah memasuki separuh jalan. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pelaksanaan Bangunan Strategis Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera) Kusworo Darpito mengatakan, pengerjaan proyek sudah merambah rangka atap tribun.Sebagian struktur sudah hampir selesai, demikian pula sebagian arsitektur interior, seperti ruang ganti pemain. Mirip Gelora Bung Karno (GBK) mini, ruangan tersebut dilengkapi loker, ruang berendam sauna, ruang pijat, ruang pemanasan, serta ruang medis.Adapun Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Joni Hari Sumantri, menerangkan bahwa lelang revitalisasi GOR indoor Manahan sudah dimulai sejak Mei. Tahap pertama revitalisasi bakal menyasar konstruksi utama bangunan.“Pekerjaan finishing-nya tahun depan di tahap kedua. Struktur atap didesain bulat, kemudian mengerucut seperti payung. Field of play berukuran 45 meterx35 meter dengan kapasitas hampir 2.800 kursi. Fasilitas lainnya seperti tribun VIP, serta ruang khusus dokumentasi dan komentator,” papar Joni.(hms)

Komentar

VIDEO TERKINI