Wawalkot Pekalongan Prihatin Pencemaran di Wilayah Rob

Juni 20, 2019

PEKALONGAN, RAKYATJATENG – Wakil Walikota Pekalongan, A Afzan Arslan Djunaid mengungkapkan keprihatinan atas kondisi lingkungan di wilayah rob, khususnya di wilayah yang menjadi sentra perajin dan industri batik. Banjir rob membuat kondisi selokan tidak berjalan baik sehingga berpotensi menimbulkan pencemaran baru dari hasil buangan limbah produksi batik maupun industri lainnya.Hal tersebut dikatakan Wawalkot yang ditemui usai membuka kegiatan pelatihan pengembangan proses produksi bersih yang diadakan oleh Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) Kota Pekalongan di Aula Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM setempat, Selasa (18/6). Menurut Wawalkot, hal itu menjadi topik yang menari untuk dibahas dan dicari solusi bersama.“Di Kota Pekalongan para pengrajin batik atau tukang mbabar masih ada yang di daerah rob seperti Pasirsari, Pabean, apalagi sekarang rob sampai ke Krapyak. Ini bagaimana cara mengatasinya agar mereka tetap berkarya dalam kondisi rob. Karena otomatis selokan yang ada di wilayah tersebut tidak berjalan sehingga pembuangan pewarna sisa batik juga tidak berjalan dan itu bisa menimbulkan pencemaran baru,” tuturnya.Walaupun dikatakan Afzan, sebetulnya obat batik tidak menimbulkan pencemaran yang parah dibandingkan limbah dari sablon. Namun jika selokan tidak berjalan dan limbah mengendap berhari-hari, maka dapat menimbulkan penyakit. “Walaupun sebetulnya obat batik tidak menimbulkan pencemaran yang parah, karena yang parah sebetulnya sablon. Hal itu juga tidak mengurangi pencemaran apabila selokan itu tidak berjalan dengan baik, justru yang ada akan mengendap berhari-hari dan menyebabkan gatal atau penyakit kulit,” tambahnya.Untuk itu, Wawalkot mengajak para pengusaha batik untuk bersama-sama mencari solusi dan tidak hanya mengandalkan pemerintah. Karena mereka inilah yang berada di lokasi dan mengetahui betul kondisi lingkungannya.

Komentar