Hasil Pengujian DLH Kota Pekalongan, Sungai Loji Paling Tercemar

Juni 17, 2019
Belum ada gambar

PEKALONGAN, RAKYATJATENG – Hasil uji laboratorium Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pekalongan terhadap air sungai di Kota Pekalongan menunjukkan, tingkat pencemaran yang terjadi di Sungai Loji merupakan yang tertinggi dibandingkan sungai lain di Kota Pekalongan.Kabid Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan pada DLH Kota Pekalongan, Endarwanto mengungkapkan, dalam pengujian oleh Lab DLH bulan ini diketahui bahwa kandungan BOD (Biological Oxygen Demand) dan COD (Chemical Oxygen Demand) di sungai Kota Pekalongan tinggi. Artinya, tingkat pencemaran yang terjadi juga tinggi.“Untuk hasil uji sampling di lima sungai, hasilnya Sungai Loji ini paling tercemar. Pencemarannya paling banyak. Kemudian diikuti Sungai Bremi dan Meduri. Sedangkan untuk sungai lainnya, Sungai Banger dan Sungai Asem Binatur masih relatif baik,” tutur Endarwanto seperti dilansir Radarpekalongan.co.id.Fakta lain yang juga terungkap dari hasil pengujian adalah bahwa pencemaran yang terjadi pada sungai-sungai di Kota Pekalongan paling besar disuplai oleh pencemaran dari Kota Pekalongan sendiri. Sebab dari hasil uji menunjukkan bahwa tingkat pencemaran di hilir lebih tinggi dibandingkan di hulu.“Kalau di hulu ada pencemaran tapi sedikit. Kemudian semakin ke utara, semakin ke hilir ini pencemarannya meningkat. Sehingga kita lihat suplai air dari atas, dari wilayah tetangga kita itu ada sedikit pencemaran namun kemudian ditambah pencemaran dari kita sendiri dengan suplai yang cukup besar karena hasilnya semakin ke hilir semakin meningkat,” jelasnya lagi.Dalam melakukan pengujian kualitas, lanjut Endarwanto, pihaknya memang mengambil sampel di tiga titik yakni titik hulu, tengah dan hilir. Di masing-masing titik tersebut, diambil sampel di tiga bagian yakni dua sampel bagian tepi sungai dan satu sampel bagian tengah sungai untuk kemudian disatukan.

Komentar

VIDEO TERKINI