Perda Provinsi Cerdas Jateng Terobosan di Era Milenial

Juni 14, 2019

SEMARANG, RAKYATJATENG – Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sri Puryono menyebutkan, penyelenggaraan Provinsi Cerdas Jawa Tengah merupakan salah satu inovasi dan terobosan di era milenial. Karenanya, penggunaan teknologi informasi dalam penyelenggaraan pemerintahan, khususnya pelayanan kepada masyarakat secara cepat dan responsif merupakan sebuah keniscayaan.Hal itu disampaikan Sri Puryono saat membacakan tanggapan/jawaban Gubernur Jateng Ganjar Pranowo terhadap pemandangan umum fraksi DPRD Jateng atas Raperda tentang Penyelenggaraan Provinsi Cerdas Jawa Tengah, pada rapat paripurna DPRD di ruang sidang paripurna DPRD Jateng, Kamis (13/6/2019).“Pada prinsipnya, kami sependapat dengan pandangan fraksi-fraksi, bahwa pelayanan kepada masyarakat merupakan hal yang penting dan prioritas. Selain itu kami juga sangat sependapat bahwa aspek filosofis, yuridis dan sosiologis dari penyusunan Perda harus jelas serta memberikan dampak pemanfaatan,” ujar Sekda.Terlebih saat ini, lanjut dia, perkembangan teknologi begitu pesat dan tidak bisa terbendung digitalisasi sudah mulai memasuki celah-celah kehidupan sehari-hari. Kemajuan teknologi tersebut kemudian banyak dimanfaatkan oleh sektor swasta. Banyak perusahaan, bahkan industri kecil kreatif yang menggunakan teknologi digital dalam pengembangan usahanya.Selain itu, untuk menjawab tantangan dan mendorong peningkatan pelayanan publik secara efektif, efisien, transparan, dan akuntabel di Jateng, perlu penyelenggaraan ‘Provinsi Cerdas Jawa Tengah’ berbasis teknologi informasi dan komunikasi yang terintegrasi.Disebutkan, dalam penyelenggaraan Provinsi Cerdas Jawa Tengah, terdapat tiga layanan besar. Yaitu layanan sosial cerdas, layanan perekonomian cerdas, dan layanan lingkungan cerdas. Layanan sosial cerdas terdiri atas layanan pemerintahan, pendidikan, kesehatan, keamanan, serta kebencanaan.Sedangkan layanan perekonomian cerdas meliputi layanan industri, kehutanan, pertanian, perikanan, pariwisata, pusat ekonomi dan bisnis, layanan sumber daya hutan, pertanian, kelautan, perikanan, usaha kecil menengah dan kreatif, serta layanan mobilitas.

Komentar