PSIS Semarang Protes Permainan Persebaya, Sertakan Bukti Rekaman Video

Juni 2, 2019
Belum ada gambar

SURABAYA, RAKYATJATENG – PSIS Semarang melayangkan surat protes kepada Komisi Disiplin PSSI terkait permainan kasar Persebaya Surabaya.PSIS sendiri sukses menahan imbang Persebaya dengan skor 1-1 pada pekan ketiga Liga 1 2019 di Stadion Gelora Bung Tomo, Kamis (30/5).Ada dua kejadian yang menjadi keberatan manajemen PSIS. Pertama, tekel gelandang Persebaya Misbakus Solikin kepada Septian David Maulana di kotak penalti pada menit 52.Meski tekel cukup keras, tetapi laga tetap dilanjutkan. Hal itu dinilai merugikan. Sebab, andai berbuah penalti, PSIS berkesempatan membawa pulang tiga poin.Kejadian kedua adalah tendangan horor winger Persebaya Elisa Basna kepada Fredyan Wahyu pada menit ke-92.Fredyan bahkan tampak meringis kesakitan akibat tendangan Basna. Untungnya, tak ada luka serius yang dialami Fredyan.“Kata dokter nggak masalah. Besok (hari ini) istirahat di rumah,” kata mantan pemain PSMS Medan itu.Hal itu sangat melegakan. Sebab, pelanggaran serupa pernah membuat dua pesepak bola Indonesia meninggal.Yakni mantan pemain PKT Bontang Jumadi Abdi pada 2009 dan striker Persiraja Akli Fairuz yang meninggal pada tahun 2014.Meski melakukan pelanggaran berbahaya, Basna hanya mendapat kartu kuning. Hal itu yang membuat manajemen PSIS murka.“Jelas pemain Persebaya (Basna) sengaja menginjak perut Fredyan. Namun, oleh wasit tidak dianggap pelanggaran,” kata Komisaris PSIS Kairul Anwar.Karena itu, dia juga berharap ada tindakan tegas kepada wasit yang memimpin pertandingan. Dalam laga itu, yang bertugas menjadi wasit adalah M. Adung dari Jakarta.“Semua itu mutlak kesalahan wasit. Wasit seharusnya bisa lebih jelas lagi dalam memimpin pertandingan,” tambah Kairul.Kairul juga sudah menyertakan bukti rekaman video dalam surat protes yang dikirimkan.

Komentar

VIDEO TERKINI