Petapa di Pegunungan Muria Berhasil Dievakuasi dalam Kondisi Lemas

Juni 2, 2019

JEPARA, RAKYATJATENG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, berhasil mengevakuasi seorang petapa yang kondisinya lemas karena kurang perbekalan di Pengunungan Muria, di Puncak Songolikur (29) Desa Tempur, Kabupaten Jepara, Minggu (2/6).Menurut Kepala Pelaksana Harian BBPBD Jepara Arwin Noor Isdiyanto evakuasi terhadap seorang warga yang bertahan hidup di pegunungan bernama Nur Hasan (35) asal Kecamatan Bangsri, Kabupaten Jepara, berawal dari informasi warga pada Sabtu (1/6) pukul 15.00 WIB.Disebutkan, kata dia, ada seorang warga yang sedang menjalani tirakat untuk tinggal selama 40 hari di Pengunungan Muria, di Puncak 29 Desa Tempur, Kecamatan Keling, dalam kondisi lemas karena kurangnya bahan perbekalan dan logistik untuk kebutuhan sehari-hari.Warga tersebut, diketahui berada di Puncak Songolikur sejak tiga pekan yang lalu.Sejumlah warga sekitar, katanya, sudah berupaya membujuk untuk diajak turun, namun selalu menolak dan bersikeras untuk menyelesaikan tirakatnya tersebut.”Terakhir kondisi warga tersebut diketahui oleh seorang pendaki dan relawan dari Kota Semarang yang melihat kondisinya lunglai dan kesehatan semakin menurun. Kemudian meminta bantuan BPBD Jepara dan relawan gabungan untuk melakukan upaya evakuasi,” ujarnya, seperti dilansir Antara.Sekitar pukul 16.00 WIB, Satgas Tim Reaksi Cepat dan BPBD Jepara bersama relawan gabungan melakukan pergerakan ke Desa Tempur sebagai posko lapangan.Pada pukul 19.45 WIB, regu pertama mulai bergerak ke Puncak 29 dan pukul 21.00 WIB menemukan warga tersebut yang dalam kondisi lemas.”Setelah dibangunkan, diberi makanan agar kondisinya membaik dan diminta keterangan tentang identitas dan keluarga serta melakukan upaya agar bersedia untuk turun gunung,” ujarnya.Pada pukul 22.30 WIB, regu kedua bersama tenaga medis menuju puncak dan bergabung dengan regu pertama, selanjutnya melakukan upaya evakuasi menuju posko lapangan di Balai Desa Tempur.

Komentar