Ramadhan, Penghuni Lapas Bisa Berbuka Bersama Keluarga 

Mei 29, 2019
Belum ada gambar

JAKARTA— “Ya Allah, kami memohon kepadaMu…kuatkan hati kami untuk tidak menerima gratifikasi.. Perbaikilah kembali hubungan warga binaan dengan masyarakat.” Bagian doa yang dibacakan Rizky Tirazi, petugas Lembaga Pemasyarakatan Cibinong itu terdengar lantang dengan bantuan pengeras suara, mengawali acara ‘Ngabuburit di Lapas’, yang digelar Lapas Cibinong, Sabtu, 25 Mei 2019 lalu. Sekian puluh pengunjung yang merupakan keluarga Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), istilah baru untuk narapidana, yang tengah antre untuk mendaftar, mengangkat tangan mengaminkan permohonan kepada Yang Maha Kuasa itu.Menurut petugas Elka Yuvita, doa tersebut senantiasa dipanjatkan bersama di pagi hari untuk mengawali kegiatan di lapas tersebut. Kadang hanya oleh petugas dan warga binaan, namun sebagaimana sore itu, pengunjung yang terlibat dalam acara pun ikut mengaminkan.“Kami sudah memulai acara ‘Ngabuburit di Lapas’ ini sejak pekan pertama Ramadhan,” kata Kepala Lapas Cibinong Anak Agung Gde Krishna. “Digilir karena banyaknya penghuni Lapas. Hari ini penghuni Blok A yang kena giliran.”Dengan penghuni sebanyak 1501 orang WBP, wajar bila system giliran itu diberlakukan. Hari itu saja setidaknya sudah hampir seratusan keluarga WBP antre mendaftar pada saat pas pukul 16.00 loket pendaftaran dibuka. Beberapa pengunjung yang tidak membawa barang bawaan, langsung melakukan pendaftaran swa-bantu (self help) di sebuah anjungan semacam ATM. Anjungan yang dibikin para WBP itu terdiri dari perangkat komputer, pemindai sidik jari dan printer. “Kami jamin, pendaftar hanya perlu 16 detik untuk menerima struk pass kunjungan,” kata Anak Agung.Untuk acara tersebut memang ada beberapa hal khusus yang dilakukan. Misalnya, perangkat permainan anak-anak yang biasanya ada di ruang kunjungan yang terhubung ke mushala itu sementara ditaruh di gudang. “ Agar ruang kunjungan bisa lebih luas, karena tak jarang ada keluarga yang ingin shalat diimami ayah mereka yang sedang menjalani masa pembinaan,” kata Elka. Pendek kata, pihak Lapas berupaya sebisa mungkin membuat WBP dan kelaurga mereka yang berkunjung nyaman. “Kami mencoba memprioritaskan sisi kemanusiaan, tanpa mengabaikan sisi keamanan dan kewaspadaan,” kata Kalapas Agung.

Komentar

VIDEO TERKINI