Walikota Semarang Berharap Pemudik Mendahulukan Keselamatan

Mei 28, 2019
Belum ada gambar

SEMARANG, RAKYATJATENG – Jelang mudik Lebaran 2019, Walikota Semarang Hendrar Prihadi bersama jajarannya melakukan pengecekan kesiapan infrastruktur serta sarana dan prasarana di tempat-tempat strategis yang akan dilalui pemudik.Hal tersebut bertujuan untuk mengantisipasi melonjaknya jumlah pemudik yang diprediksi Pemerintah Pusat mencapai 11 persen. Pemantauan kesiapan infrastruktur dan sarana prasarana mudik digelar dari Balaikota Semarang, Jalan Pemuda. Lalu dilanjutkan mengecek Stasiun Semarang Tawang, Pelabuhan Tanjungmas.”Kemungkinan yang tertinggi yaitu lewat jalur darat, baik itu naik mobil pribadi atau bus dan kereta api,” ujar Hendi, panggilan akrab Hendrar Prihadi, Senin (27/5).Sedangkan di bandara maupun pelabuhan menurut pimpinan otoritas bandara dan pelabuhan yang ditemui Hendi menyatakan adanya peningkatan penumpang tetapi tidak setajam tahun kemarin.”Tadi saya menemui pimpinan di Bandara A Yani, pasti akan ada peningkatan penumpang tetapi tidak setajam tahun yang lalu karena ada beberapa kendala di kebijakan maskapai. Sedangkan di pelabuhan juga seperti itu. Persiapan sudah oke tetapi jumlah peningkatan tidak signifikan seperti tahun lalu yang mencapai 9 juta,” lanjutnya.Hendi juga sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan Muspida untuk berfokus pada arus lalu lintas di fase mudik dengan memetakan daerah rawan macet, bottle neck, penataan arus mudik keluar jalan tol, dan jalan biasa.”Kami sudah sampaikan ke pihak kepolisian dan muspida bahwa fokus kami pada penataan arus mudik yang lancar dan efektif. Jangan sampai terjadi kemacetan karena bottle neck yang tidak kita perkirakan,” sambungnya.Hendi juga menyiagakan posko guna melayani pemudik yang singgah dan beristirahat di Kota Semarang. Dengan posko mudik yang nyaman, Hendi berharap pemudik bisa mendapatkan pelayanan terbaik serta beristirahat dengan aman dan nyaman.Posko mudik yang beranggotakan gabungan TNI, Polri, petugas pemadam kebakaran, dan petugas medis tersebut rencananya akan mulai bertugas pada Rabu (29/5/2019).”Posko mudik nanti akan melibatkan petugas kepolisian, TNI, pemadam kebakaran, maupun medis. Gabungan itu akan di-launching 29 Mei 2019 mulai berlaku efektif. Selain itu juga ada dari pemuda Anshor, KNPI, FKPPI juga akan mendirikan posko mudik,” ujar Hendi.Disamping posko mudik, Hendi juga membuka saluran seperti ATCS, Call Center 112, dan Lapor Hendi. ATCS dapat dimanfaatkan pemudik untuk melihat CCTV, sedangkan permohonan bantuan atau informasi bisa menghubungi telepon darurat 112 dan Lapor Hendi.”Bagi pemudik yang ingin melihat arus lalu lintas Kota Semarang bisa men-download atau install ATCS untuk mengakses CCTV yang sudah kami pasang di tempat-tempat strategis. Kemudian pemudik juga bisa memanfaatkan Call Center 112 atau Lapor Hendi apabila menghadapi kesulitan atau perlu informasi,” terangnya.Hendi pun berharap pemudik tetap mendahulukan segi keselamatan atau safety. Jangan demi mengirit uang yang jumlahnya tidak seberapa tetapi mempertaruhkan nyawa yang sangat berharga.Orang nomor satu di Kota Semarang tersebut lantas mencontohkan pemudik yang membawa anak kecil namun nekat untuk mudik dengan mengendarai sepeda motor.”Utamakan faktor keselamatan, khususnya berkendara menjelang mudik. Bagi penumpang transportasi umum atau menggunakan kendaraan pribadi supaya lebih berhati-hati dan waspada. Bagi pemudik yang menggunakan sepeda motor dengan membawa anak kecil, ingatlah nyawa seseorang itu harganya tidak ternilai,” tegas Hendi.”Jangan sampai hanya demi mengirit tidak mau beli tiket bus dan memilih naik motor. Risiko di jalan dengan berkendara naik sepeda motor itu sangat besar, apalagi kalau membawa keluarga (anak kecil). Nyawa salah satu anggota keluarga itu jauh lebih berharga,” pungkas Hendi. (sen)

Komentar

VIDEO TERKINI