Pemprov Jateng Raih WTP Delapan Kali, Begini Komentar Ganjar

Mei 27, 2019
Belum ada gambar

SEMARANG, RAKYATJATENG – Pengelolaan keuangan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kembali mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk kali kedelapan. Opini tersebut disampaikan Anggota II BPK RI Agus Joko Pramono dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD Provinsi Jawa Tengah, dengan agenda Penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan BPK RI atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Tengah Tahun Anggaran 2018, di Gedung Berlian, Senin (27/5).“Delapan kali memperoleh opini WTP menunjukkan komitmen dan upaya nyata DPRD dan manajemen pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk terus mendorong perbaikan pengelolaan keuangan, dengan menjalankan dan menerapkan praktik-praktik pengelolaan keuangan yang baik,” kata Agus di hadapan Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sri Puryono KS, Ketua DPRD Jateng Rukma Setiabudi, dan Kepala Perwakilan BPK Provinsi Jateng, Ayub Amali.Di sisi lain, Agus juga mengingatkan, diperolehnya opini WTP bukan berarti akan memudahkan meraih opini yang sama pada tahun-tahun berikutnya. Sebab, pasti akan ada temuan-temuan baru dalam kontrol internal pemeriksaan keuangan.“Setiap tahun masalah berubah-ubah. Jadi bukan berarti besok aman karena akan ada prosedur-prosedur baru untuk menemukan pengendalian internal yang lemah. Sehingga masalah yang muncul semakin detil,” tuturnya.Agus juga menyoroti beberapa hal. Antara lain, Sistem Informasi Pengelolaan Keuangan Daerah yang mesti terintegrasi dengan aplikasi pendukung, agar dapat menyajikan laporan keuangan yang lebih lengkap secara sistem.Selain itu, aset peralihan personel, peralatan, pembiayaan dan dokumen (P3D) bidang pendidikan, yang diharapkan dikelola secara tertib, mengingat masih ada tiga kabupaten yang belum menyerahkan P3D ke Provinsi Jateng.Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo akan segera menindaklanjuti masukan dari BPK tersebut. Terkait Sistem informasi Pengelolaan Keuangan Daerah, Ganjar akan mengintegrasikan sistem GRMS dengan sistem yang lain sehingga tidak ada lagi yang dikelola secara manual. Mengenai saran lainnya akan segera dilakukan.

Komentar

VIDEO TERKINI