Modus Jukir Nakal, Tarik Tarif Diatas Perda dan Gunakan Titik Larangan

Mei 25, 2019
Belum ada gambar

PEKALONGAN, RAKYATJATENG – Dinas Perhubungan Kota Pekalongan, memberikan peringatan kepada oknum juru parkir nakal yang melakukan pelanggaran Perda melalui surat dan teguran langsung. Peringatan ditujukan bagi jukir yang menarik tarif parkir melampaui ketentuan dalam Perda. Juga bagi para jukir yang menarik parkir di lokasi-lokasi yang dilarang.Dari pantauan, ada beberapa titik larangan parkir namun justru dimanfaatkan oleh oknum jukir. Diantaranya di depan Toko Morodadi, serta di sepanjang Jalan Dr Cipto sisi utara. Jukir di depan Toko Morodadi, bahkan menggunakan rompi resmi juru parkir dan menarik tarif bagi setiap kendaraan yang parkir.Selain terkait lokasi larangan parkir, sejumlah oknum jukir juga mulai menarik tarif melampaui ketentuan Perda yakni mulai Rp2000 hingga Rp3000 untuk kendaraan roda dua. Sedangkan dalam Perda, tarif parkir untuk kendaraan roda dua adalah Rp1000. Hal tersebut sudah banyak menjadi keluhan masyarakat dan melaporkannya kepada Dinas Perhubungan.Kepala Dinhub Kota Pekalongan, Slamet Prihantono mengatakan, lokasi parkir di Kawasan Alun-alun merupakan salah satu ruas jalan yang parkirnya sudah dilelang ke pihak ketiga. Sehingga untuk penegakkannya, Dinhub juga berkoordinasi dengan pihak ketiga yang mengelola kawasan parkir tersebut.“Titik-titik parkir disana memang sudah masuk dalam titik yang dikelola pihak ketiga. Untuk penegakkannya kami akan koordinasikan namun secara kedinasan kami sudah layangkan peringatan kepada jukir baik melalui surat tertulis maupun teguran secara langsung di lapangan oleh petugas kami,” katanya.Jika peringatan tersebut tak diindahkan, Dinhub dikatakannya akan berkoordinasi dengan aparat penegak hukum untuk melakukan penertiban. “Kami beri peringatan dulu sembari kami koordinasi. Tapi jika pelanggaran Perda masih terjadi, kami bersama instansi terkait akan melakukan tindakan hukum” tegasnya.

Komentar

VIDEO TERKINI