Hendi: Mereka yang Dulu Mungkin Kirim Hoaks, Ganti Kirim Kolak dan Nasi Bungkus, Lebih Berpahala

Mei 25, 2019
Belum ada gambar

SEMARANG, RAKYATJATENG – Walikota Semarang Hendrar Prihadi meminta masyarakat untuk memanfaatkan Ramadhan sebagai momentum bagi warga untuk melebur menjadi satu. Melupakan perbedaan pilihan pada masa kampanye pemilu yang lalu dan berlomba-lomba untuk berbuat kebaikan.”Setelah Pemilu 17 April, masa kampanye 6 bulan ada yang memilih capres 01 atau 02, partai merah, kuning, hijau dan lain-lain. Hari ini insya Allah kita lebur jadi satu, sama-sama berbuat kebaikan,” ujar Walikota yang akrab disapa Hendi tersebut.Hendi pun juga tidak lupa mengajak warga masyarakat untuk tidak lagi menyebarkan berita hoaks, tetapi berbagi takjil atau makanan. “Mereka yang dulu mungkin kirim hoaks, selama Ramadhan ganti dengan kirim kolak, buat nasi bungkus dibagikan untuk sahur atau buka puasa, akan lebih berpahala dari pada kirim hoaks di media sosial,” ujarnya.Hal itu disampaikan Hendi saat menghadiri acara Peringatan Nuzulul Qur’an di Masjid Agung Kota Semarang, Alun-alun barat Semarang, belum lama ini. Acara tersebut turut dihadiri tokoh masyarakat, ulama, camat, dan jajaran Muspida.Peringatan Nuzulul Qur’an itu sendiri merupakan agenda rutin tahunan yang diselenggarakan oleh Takmir Masjid Agung Semarang setiap malam 17 Ramadhan. Kegiatan Nuzulul Quran diawali dengan salat Isya dan tarawih, kemudian dilanjutkan pembacaan istighosah berbarengan dengan pembacaan Alquran 30 juz dan manakib.Hendi pun bercerita tentang curahan hati warga yang takut terjadi kerusuhan di Kota Semarang pada 22 Mei 2019. Menjawab keresahan warganya, Hendi pun meyakinkan Kota Semarang akan aman.Namun, menurutnya, warga Kota Semarang harus memahami bahwa KPU merupakan institusi yang ditunjuk untuk menyelenggarakan pemilu. Apabila ada pihak yang tidak merasa puas dengan hasilnya, ada jalur konstitusi yang bisa ditempuh.“Pada 21 Mei 2019, KPU telah mengumumkan rekapitulasi hasil Pemilu. KPU merupakan institusi yang ditunjuk sebagai penyelenggara Pemilu. Jadi, kalau ada orang yang tidak terima sudah ada salurannya yaitu melalui Mahkamah Konstitusi,” terangnya.Disamping itu, Walikota Semarang yang juga merupakan politisi PDI Perjuangan tersebut juga berpesan kepada warga Kota Semarang untuk tidak ikut-ikutan pihak yang tidak puas dengan hasil pemilu lantas protes dengan menempuh jalur inkonstitusional.”Pihak yang tidak terima dan menempuh jalur inkonstitusional tidak usah diikuti. Kita redam agar Kota Semarang tetap kondusif dan semakin hebat,” pungkas Hendi.Acara Nuzulul Qur’an di Masjid Agung Semarang kemudian ditutup dengan tausiyah oleh ulama asal Purworejo K.H Ahmad Chalwani Nawawi yang merupakan pengasuh Pondok Pesantren An-Nawawi Purworejo dan Mursid Thoriqoh Qodiriyah. (sen)

Komentar

VIDEO TERKINI