Rusuh Mereda, Nilai Tukar Rupiah Kembali Perkasa

Mei 24, 2019
Belum ada gambar

Di sisi lain, indeks harga saham gabungan (IHSG) kemarin (23/5) rebound dan kembali ke level psikologis 6.000. IHSG berhasil naik 93,06 poin atau 1,57 persen ke level 6.032,70. Aksi beli didominasi investor domestik karena asing mencatat net sell Rp 614,58 miliar.Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso menyatakan, sentimen negatif dari perang dagang telah membuat indeks saham turun secara gradual. ’’Tetapi, itu tidak akan lama karena dana asing itu kalau dikirim ke luar justru hanya akan mendapatkan yield yang lebih kecil,’’ jelasnya.Sejak awal Mei, IHSG telah menurun 8 persen. Sepanjang Mei, investor asing mencatat net sell Rp 10,6 triliun. Namun, jika dilihat sejak awal 2019, secara year to date (ytd) asing mencatat net buy Rp 56,4 triliun. Masuknya dana asing tersebut disebabkan Indonesia masih dipandang menarik dari segi imbal hasil, baik di SBN maupun saham.Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan, para pembuat kebijakan di berbagai negara kurang mengantisipasi kemungkinan terburuk dari eskalasi perang dagang. Sebab, pada IMF-World Bank Spring Meetings di AS April lalu, para peserta masih melihat adanya kemungkinan negosiasi antara AS dan Tiongkok. ’’Ternyata kemudian AS justru menaikkan tarif untuk barang-barang Tiongkok,’’ ujarnya.Dari sisi domestik, perempuan yang akrab disapa Ani itu menyayangkan tindakan anarkistis yang terjadi pada 22 Mei lalu. Sebab, sebelumnya, beberapa pimpinan negara dan tokoh dunia telah memberikan ucapan selamat kepada Indonesia karena telah mampu menyelenggarakan pemilu yang tertib dan aman. Kemudian, para pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) juga sengaja menyelenggarakan buka puasa bersama pada 22 Mei.Menurut Ani, hal-hal tersebut sebenarnya menunjukkan kepercayaan pengusaha, investor, dan negara-negara mitra dagang kepada Indonesia. Ani pun menegaskan bahwa pemerintah dan kepolisian akan semaksimal-maksimalnya menyelesaikan permasalahan yang ada serta berusaha menjaga keamanan. ’’Sikap itu yang mendasari penyelenggaraan negara dan kemudian tercermin dalam indikator ekonomi kita,’’ jelasnya.

Komentar

VIDEO TERKINI