Puan Maharani Berpeluang Jadi Ketua DPR

Mei 18, 2019
Belum ada gambar

JAKARTA, RAKYATJATENG – Konfigurasi pimpinan DPR dipastikan berubah sesudah Pemilu 2019. Setelah pada 2014 digunakan sistem paket, untuk periode mendatang, yang digunakan adalah sistem suara terbanyak. PDIP dipastikan bakal mendapat kursi ketua DPR.Berdasar rekapitulasi di 27 provinsi, posisi lima besar hampir dipastikan menjadi milik parpol nomor urut 1-5 pula. Tentu saja, PDIP menjadi juaranya dengan perolehan sekitar 20 persen suara. Disusul Partai Golkar, Gerindra, PKB, dan Partai Nasdem. Di belakangnya masih ada partai Demokrat dan PKS. Meski demikian, selisih suaranya terlampau jauh dengan partai di peringkat kelima.Berdasar UU Nomor 2 Tahun 2018 tentang Perubahan Kedua UU MPR, DPR, DPD, dan DPRD (MD3), pemilik kursi ketua DPR adalah parpol dengan raihan suara terbanyak. Dalam hal ini PDIP. Empat wakil ketua DPR akan diisi dari representasi empat parpol di bawah PDIP.Sejauh ini, Puan Maharani cukup santer diisukan bakal mengisi posisi tersebut. Pada pemilu kali ini, Puan mencatatkan rekor sebagai caleg peraih suara terbanyak. Yakni, 404.034 suara. Bila PDIP memilih Puan, untuk kali pertama DPR akan dipimpin perempuan.Ketua KPU Arief Budiman menjelaskan, jalan untuk menetapkan calon terpilih hasil Pemilu 2019 masih panjang. Pada 22 Mei nanti, KPU hanya menetapkan perolehan suara setiap peserta pemilu. “Perolehan kursi dan penetapan calon terpilihnya setelah tidak ada sengketa atau setelah putusan sengketanya keluar,” terangnya di sela pembacaan rekapitulasi Provinsi Jawa Barat di KPU kemarin (16/5).Karena itu, secara resmi saat ini belum ada calon yang dipastikan melenggang ke Senayan. Seusai penetapan calon terpilih, mereka yang terpilih masih harus melalui satu fase seleksi lagi. Yakni, pelaporan harta kekayaan ke KPK.

Komentar

VIDEO TERKINI