Jalan Rusak, Warga Tanam Pisang di Jalanan

Mei 14, 2019
Belum ada gambar

PEKALONGAN, RAKYATJATENG – Jalan KH Samanhudi yang menghubungkan Desa Karangjompo, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, dengan Kelurahan Pasirkratonkramat, Kecamatan Pekalongan Barat, Kota Pekalongan, rusak parah sejak tahun 2011.Selama delapan tahun, jalan antarkabupaten sepanjang sekitar 500 meter ini tak kunjung diperbaiki, baik oleh Pemkab Pekalongan maupun Pemkot Pekalongan. Oleh karena itu, warga Desa Karangjompo memblokir akses jalan antarkabupaten tersebut, sebagai bentuk aksi protes mereka.Guna membicarakan kerusakan jalan tersebut, Pemerintah Desa Karangjompo menggelar musyawarah desa di kantor balai desa setempat, Minggu (12/5) malam. Pertemuan yang dihadiri ratusan warga ini, terutama dari Dukuh Dampyak, berlangsung mulai ba’da salat tarawih hingga sekitar pukul 23.00 WIB. Musyawarah desa dipimpin langsung Kades Karangjompo, Anita Fatmawati.Abdul Kholiq (35), warga RT 1 RW 6 Desa Karangjompo, mengatakan, kedatangan warga ke kantor balai desa untuk menanyakan nasib Jalan KH Samanhudi yang kerusakannya kian memprihatinkan. Menurutnya, jalan yang menghubungkan wilayah Kabupaten Pekalongan dengan Kota Pekalongan tersebut sudah rusak sejak tahun 2011. “Sudah delapan tahun rusak parah tanpa ada kejelasan kapan akan diperbaiki,” keluh dia.Menurutnya, jalan sepanjang kurang lebih 224 meter untuk wilayah Kabupaten Pekalongan mengalami kerusakan parah, dan sangat menggangu aktivitas warga. Jalan yang semestinya bisa dilalui dengan nyaman, lanjut dia, kondisinya saat ini sangat berbahaya karena berlubang dan selalu tergenang air.Walaupun tidak hujan, kata dia, jalan tersebut selalu ada air karena dampak dari air rob. Akibatnya, tidak sedikit warga yang terjatuh dari sepeda motor saat melintas di genangan air yang menutupi badan jalan.“Kami meminta kepada pemerintah desa untuk menyampaikan kepada instansi terkait tentang kapan perbaikan Jalan KH Samanhudi, dan menanyakan kembali tentang proposal yang pernah diajukan dari pihak desa ke Pemkab Pekalongan,” tandas dia.Sementara itu, Kepala Desa Karangjompo, Anita Fatmawati, mengatakan, pihaknya sudah berusaha mengajukan usulan perbaikan jalan tersebut ke pihak Kecamatan Tirto, dan juga ke Pemkab Pekalongan.Menurutnya, jalan tersebut merupakan perbatasan dua wilayah, yaitu Kelurahan Pasirkratonkramat, Kecamatan Pekalongan Barat, Kota Pekalongan, dengan Desa Karangjompo, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan.Blokir JalanDikatakan, tiga minggu yang lalu warga menutup jalan kabupaten tersebut dengan bambu, kayu, dan ditanami pohon pisang agar tidak dapat dilalui kendaraan. Menurutnya, Jalan KH Samanhudi yang mengalami kerusakan sepanjang 224 meter. “Warga memblokir jalan karena ingin menanyakan kejelasan perbaikan jalan tersebut,” ungkapnya.Anita mengungkapkan, pihak desa sudah tidak ada lagi alokasi dana untuk perbaikan jalan tersebut dan memang tidak bisa mengalihkan pengerjaan yang tidak sesuai dengan rencana yang sudah diajukan.“Selama ini warga dan pihak desa swadaya untuk melakukan perbaikan jalan tersebut, namun belum mampu sepenuhnya melakukan perbaikan seperti yang sesuai diharapkan. Rencana besok kami bersama perwakilan warga untuk bersama-sama untuk menyampaikan hal ini ke Bupati Pekalongan,” katanya. (ap5/RP)

Komentar

VIDEO TERKINI