Bupati Jepara Ditahan KPK, Sekda: Pemerintahan Tetap Berjalan Normal

Mei 14, 2019

JEPARA, RAKYATJATENG – Pemerintah Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, belum menerima pemberitahuan resmi dari Komisi Pemberantasan Korupsi terkait penahanan Bupati Jepara Ahmad Marzuqi kemarin (13/5), kata Sekretaris Daerah Kabupaten Jepara Edi Sujatmiko.”Saya memang sempat mendapat informasi dari ajudan Bupati Jepara Ahmad Marzuqi bahwa hari ini (13/5) ada penahanan oleh KPK,” ujarnya seperti dilansir Antara, Senin (13/5).Ia mengaku hanya mengetahui sebatas itu karena sebelumnya pada Sabtu (11/5) malam, Bupati berangkat ke Jakarta bersama keluarga.Informasinya, kata dia, untuk menghadiri pemanggilan oleh KPK.Meskipun ada penahanan, dia memastikan roda pemerintahan di Kabupaten Jepara masih berjalan normal, mengingat masih ada Wakil Bupati sebagai pengganti sementara.”Jika hanya sebatas menghadiri rapat paripurna tentu tidak ada masalah, terkecuali untuk melakukan penandatanganan APBD, misal APBD Perubahan 2019 tentunya tetap Bupati,” ujarnya.Hal itu, kata dia, tentunya akan menunggu aturan yang berlaku sehingga roda pemerintahan termasuk penganggaran untuk mendukung program kegiatannya tetap bisa berjalan normal.Sementara mekanisme penggantiannya, kata dia, menunggu adanya pemberhentian dari jabatan sebagai Bupati Jepara.Terkait Bupati Jepara Ahmad Marzuqi berpamitan kepada jajarannya, dia membenarkan karena sebagai persiapan diri terkait pemanggilan dan pemeriksaan berikutnya apakah akan disertai dengan penahanan atau tidak.Ia mengingatkan masyarakat Jepara tidak perlu khawatir dengan program pelayanan kepada masyarakat karena tetap akan berjalan seperti biasa.KPK menahan Bupati Jepara 2017-2022 Ahmad Marzuqi (AM) yang sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka kasus suap terkait putusan atas praperadilan kasus korupsi yang ditangani Pengadilan Negeri Semarang, Jawa Tengah.Bupati Jepara ditahan 20 hari pertama di Rutan Cabang KPK di Pomdam Jaya Guntur setelah sebelumnya empat kali diperiksa KPK dalam perkara tersebut.

Komentar