Akui Kebohongan, Ratna Sarumpaet Bongkar Makna ‘Setan’ saat Konferensi Pers

Mei 14, 2019
Belum ada gambar

JAKARTA, RAKYATJATENG – Terdakwa kasus dugaan penyebaran berita bohong, Ratna Sarumpaet dicecar pertanyaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) terkait maksud kata ‘setan’ yang disampaikannya saat konferensi pers pengakuan kebohongannya pada 3 Oktober 2018. Jaksa mencoba mencari tahu kepada siapa kata itu ditujukan.Mula-mula Ratna sempat mengakui kebohonganya bisa menghancurkan reputasi dirinya sebagai figur publik maupun aktivis. Dia menyadari itu sebelum memutuskan mengadakan konferensi pers.“Dengan membuat jumpa pers saya sebenernya memberi peluang orang menghakimi reputasi saya,” ujar Ratna di dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (14/5).Namun, aktivis kemanusiaan ini sadar bahwa kesalahannya harus diakui. Dia mengatakan siap menerima konsekuensinya demi menebus kebohongannya.“Tapi saya harus mengakui itu. Saya mencegah membesarnya, menimbulkan keonaran dan sebagai pertanggung jawaban saya. Saya tahu itu resiko saya yang saya ambil,” terangnya.Ibunda Atiqah Hasiholan itu memastikan kata ‘setan’ yang pernah disampaikannya di konferensi pers tidak ditujukan untuk seseorang. Melainkan hanya spontanitas yang menggambarkan kebohongan dirinya itu merupakan perbuatan setan.“Apa makna kata setan yang pernah saudara sampaikan saat konferensi pers?,” tanya JPU Daroe Tri Sadono.“Tidak ada itu hanya dalam pikiran saya,” jawab Ratna.“Apakah untuk mengkamuflasekan seseorang yang memiliki identitas tertentu?,” tanya lagi Daroe.“Kesalahan yang saya lakukan, kebohongan itu, untuk orang seperti saya (yang) nggak pernah bohong, itu perbuatan setan,” pungkas Ratna.Diketahui, Ratna didakwa dengan Pasal 14 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Hukum Pidana. Serta Pasal 28 Ayat (2) jo Pasal 45 A Ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Komentar

VIDEO TERKINI