Pemda dan Warga Tambakrejo Semarang Bertemu, Ini Hasilnya

Mei 13, 2019
Belum ada gambar

Sementara itu salah seorang warga bernama Rohmadi menyatakan, alasan keengganan warga Kampung Tambakrejo untuk pindah karena tanah urugan di area Kalimati sebagai tempat baru belum siap.”Kenapa kami masih mempertahankan di situ, justru kami mendorong dari pihak BBWS untuk segera menguruk, mengingat mana kala kalau rumah kami hujan untuk memperbaiki itu sangat was-was, karena apa, duit tidak ada, nanti untuk memperbaiki, nanti harus pindah lagi, nah seperti itu,” jelasnya.”Dengan berjalannya waktu mungkin dari pihak BBWS tidak mengantisipasi bahwa yang akan dimasuki itu ke kali yang akan ditimbun itu sungai, yang menjadi bahan timbunan itu adalah lumpur, jadi memakan waktu memakan biaya dan sebagainya, sehingga maaf yang sebesar-besarnya kesalahan pada kami,” lanjut Rohmadi.Perwakilan warga lainnya pun, Riyanto lantas meminta untuk adanya hunian sementara di wilayah Kalimati yang sudah diurug itu.”Yang saat ini harus ada sekarang, dari BBWS kan sudah mengurug Kalimati kurang lebih 100 meter, kita minta dibikinkan barak di situ untuk kebutuhan hunian sementara kami, untuk kenyamanan anak kita sekolah, atau aktifitas ke laut. Saat ini sambil menunggu BBWS melanjutkan pengurukan di Kalimati itu, sekarang kan baru 30 persen mungkin selebihnya ntar bisa dirunding ke depan begitu pak,” pinta Riyanto.Mendengar hal tersebut, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mewakili pemerintah menyetujui permintaan yang diajukan. “Deal, kami akan kerjakan itu, begitu nanti kerja, teman-teman ke sana, mohon maaf saya minta tidak ada tenda, tidak ada apapun, biar panjenengan nyaman, setuju,” tegas Ganjar.Dengan adanya kesepakan tersebut, Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara kemudian mengapresiasi adanya pertemuan yang sudah dilakukan.

Komentar

VIDEO TERKINI