Pemda dan Warga Tambakrejo Semarang Bertemu, Ini Hasilnya

Mei 13, 2019

SEMARANG, RAKYATJATENG – Pemerintah Kota Semarang kembali membuka ruang diskusi dengan masyarakat yang masih bertahan di bantaran sungai Banjir Kanal Timur, Kampung Tambakrejo. Hal ini demi keberlanjutan project penanggulangan banjir wilayah timur Kota Semarang.Bertempat di Ruang Lokakrida, Gedung Moch Ichsan, Balaikota Semarang, dalam pertemuan tersebut Walikota Semarang Hendrar Prihadi secara langsung menemui perwakilan masyarakat.Sejumlah tokoh masyarakat juga turut hadir di antaranya Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Ketua MUI Jawa Tengah K.H Ahmad Darodji, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana Rubhan Ruzziyanto dan Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Beka Ulung Hapsara.Pada kesempatan itu, Walikota Semarang yang juga akrab disapa Hendi tersebut mengawali dialog dengan menerangkan kronologi terjadinya penertiban hunian liar yang telah tersosialisasi sejak dua tahun yang lalu. Lamanya waktu sosialisasi tersebutlah kemudian menjadi gambaran besarnya kompromi yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Semarang.”Ini bukan peristiwa yang tiba-tiba, sudah tersosialisasi hampir dua tahun lebih, tepatnya 20 Januari 2018 kita sudah sampaikan kepada masyarakat. Prinsipnya kami di Pemerintah Kota Semarang sangat kompromis, sampai kemudian pada tanggal 3 Mei 2019 kami diingatkan oleh BBWS Pemali Juwana, terkait batas waktu pengerjaan project Banjir Kanal Timur,” ungkapnya.Menyikapi banyaknya keluhan warga, Hendi sempat menyayangkan adanya pihak-pihak yang menumpangi proses penertiban yang diupayakan oleh Pemerintah Kota Semarang.”Saya ditanya oleh Pak Dody (BBWS), kemarin janjinya bulan Februari 2018, saya bilang masih fase kampanye nanti banyak penumpangnya, tapi alhamdulillah ini tetap banyak. Saya tekan BBWS untuk menyelesaikan urugan, kataya operator diancam sama warga, alatnya dilempari warga, sehingga tidak berani jalan lagi. Jadi hari ini ada Pak Rohmadi, ada warga, ada Pak Gub terutama, sudah tugas saya apa, sampaikan, tapi harus fair semua,” tegas Hendi.

Komentar