Simak 4 Langkah Berpuasa Ramadhan Bagi Pasien Diabetes

Mei 10, 2019

RAKYATJATENG – Puasa Ramadhan menjadi tantangan bagi pasien diabetes. Di satu sisi mereka tetap ingin berpuasa, namun di sisi lain tetap juga harus berkonsultasi dengan dokter untuk mengatur kadar gula darahnya tetap stabil dan aman saat berpuasa.Selama berpuasa, pasien diabetes harus mengubah pola makan dengan tetap mengontrol kadar gula darah, serta menggunakan insulin secara tepat. Data Riskesdas (Riset Kesehatan Dasar) 2018 menunjukkan prevalensi Penyakit Tidak Menular terus mengalami kenaikan.Berdasarkan pemeriksaan gula darah, penderita Diabetes Melitus di Indonesia naik menjadi 8,5 persen dari 6,9 persen di 2013. DKI Jakarta menjadi provinsi dengan prevalensi diabetes tertinggi di Indonesia. Persentasenya meningkat dari 2,5 persen pada 2013, menjadi 3,4 persen pada 2018. Oleh karena itu, perlu ada perhatian khusus untuk penderita diabetes tipe 2, khususnya dalam tata cara berpuasa agar tetap bisa menjalankan aktivitas seperti biasa di bulan Ramadan.Ancaman HipoglikemiBanyak tantangan dan resiko yang dihadapi oleh penderita diabetes tipe 2 dalam berpuasa, seperti memburuknya kendali gula darah, hipoglikemia (kadar gula darah drop), dan risiko dehidrasi. Di saat menahan lapar dan haus dalam berpuasa, penderita diabetes tipe 2 memiliki resiko terjadinya hipoglikemia. Sehingga ketika berbuka puasa berisiko meningkatnya kadar gula darah.Puasa Ramadhan dapat berpengaruh terhadap penurunan berat badan dan perubahan komposisi tubuh. Seperti bertambahnya jaringan lemak serta berkurangnya jumlah massa otot yang mempengaruhi penurunan jumlah dan sensitivitas insulin.“Pada dasarnya, penderita diabetes tipe 2 boleh saja berpuasa. Namun, mereka juga harus paham mengenai tantangan dan resiko yang dihadapi selama menjalankannya,” kata Dokter Spesialis Penyakit Dalam Prof. Dr. dr. Sidartawan Soegondo, Sp.PD, KEMD, FINA, dalam konferensi pers bersama PT Novo Nordisk Indonesia, Kamis (9/5).

Komentar