Kota Semarang Terbaik Perencanaan Pembangunan Daerah 2019

Mei 10, 2019
Belum ada gambar

SEMARANG, RAKYATJATENG – Sejak Hendrar Prihadi dilantik sebagai Walikota Semarang, berbagai lompatan hasil pembangunan terus dicatatkan oleh Pemerintah Kota Semarang.Mulai dari kondisi infrastruktur jalan yang naik dua kali lipat dalam beberapa tahun terakhir, pengurangan luasan wilayah rawan banjir yang cukup besar, hingga investasi masuk yang meningkat berpuluh-puluh kali lipat dari sebelumnya.Penganugerahan serta penghargaan pun kerap diterima oleh Walikota Semarang yang akrab disapa Hendi tersebut. Salah satunya yakni penghargaan Dana Rakca yang diberikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada tahun 2017 atas keberhasilan Hendi melakukan efisiensi dan efektivitas pemerintahan dalam mendorong pembangunan di Kota Semarang.Dua tahun berselang, kini Presiden Jokowi kembali memberikan apresiasi langsung kepada Hendi selaku Walikota Semarang. Kali ini atas keberhasilannya dalam menyusun perencanaan pembangunan yang tepat, sehingga menghasilkan pencapaian pembangunan lebih baik dari kota – kota lain di Indonesia.Apresiasi tersebut diberikan pada ajang Penghargaan Pembangunan Daerah 2019 yang diselenggarakan oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia (PPN) atau Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS) di Hotel Shangrila, Jakarta, Kamis (9/5).Kota Semarang dinobatkan sebagai yang terbaik setelah menempati posisi pertama dalam penilaian yang dilakukan oleh tim penilai Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) 2019. Kota Semarang sendiri berada di atas Kota Denpasar dan Kota Makassar yang berturut-turut ada di posisi kedua dan ketiga.Dalam kesempatan tersebut, Presiden Jokowi menegaskan pentingnya semua daerah menyambungkan titik-titik kawasan industri, kawasan wisata, sentra industri kecil, pusat produksi pertanian dan perkebunan.Presiden Indonesia itu juga berpesan agar reformasi birokrasi dan reformasi struktural dapat betul-betul dijalankan.”Semakin simpel dan sederhana organisasi akan semakin cepat dan fleksibel dalam pelayanan dan memutuskan kebijakan. Jangan teruskan pola dan tradisi lama,” ujar Presiden Jokowi.

Komentar

VIDEO TERKINI