Pengacara: Pernyataan Eggi Sudjana Soal ‘People Power’ Bukan Konteks Makar

Mei 9, 2019
Belum ada gambar

JAKARTA, RAKYATJATENG – Kuasa hukum Eggi Sudjana, Pitra Romadoni merasa kecewa terhadap Polda Metro Jaya terkait penetapan tersangka kasus pernyataan ‘people power’ terhadap kliennya. Dia mengklaim, pernyataan konteks people power yang disampaikan Eggi tidak ada hubungannya dengan makar.“Beliau ini adalah Tim Advokasi Badan Pemenangan Nasional (BPN). Konteks tentang people power adalah dia sedang menyatakan pendapat tentang kecurangan-kecurangan yang terjadi. Pendapat itu kan sudah jelas diatur dalam UU Nomor 9 tahun 1998 tentang kemerdekaan menyatakan pendapat,” kata Pitra saat dikonfirmasi, Kamis (9/5).“Kenapa sekarang pendapat bisa dipidanakan? People power dalam kitab UU acara pidana itu tidak ada, tidak ada bahasa people power. Yang ada bahasa makar,” lanjutnya.Soal penetapan tersangka terhadap Eggi, kata Pitra, dirinya bersama klien akan melakukan upaya hukum. Dia belum bisa memastikan akan memenuhi panggilan pemeriksaan penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya atau tidak.“Saya akan koordinasikan dengan beliau terhadap penetapan tersangka tersebut. Yang jelas, kita akan melakukan upaya hukum atau tindakan hukum terhadap penetapan tersangka itu,” tegas Pitra.Upaya hukum yang dimaksud, lanjut Pitra, merupakan gelar perkara yang dilakukan oleh pihak kepolisian. Polisi dalam hal ini harus dapat menghadirkan saksi ahli untuk melihat konteks hukum yang dapat menetapkan Eggi sebagai tersangka.“Saksi ahlinya dihadirkan dulu, ahli bahasa, ahli tata negara, ahli pidana. Kan belum dihadirkan saksi ahli, disitu saya kekecewaannya,” ucap Pitra.Kendati demikian, Pitra menghormati proses hukum yang dilakukan oleh aparat kepolisian. Namun dia menegaskan pernyataan politikus Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut bukan dalam konteks makar. “Kita tetap hormati proses hukum, tapi perlu digaris bawahi bahw pendapat itu tidak dapat dipidanakan,” tukasnya.

Komentar

VIDEO TERKINI