Berbuka Puasa di Hotel Chanti Semarang, Tersedia 75 Jajanan Tradisional

Mei 9, 2019
Belum ada gambar

SEMARANG, RAKYATJATENG – Momen Ramadhan tak hanya dilakukan untuk beribadah saja, namun juga berkumpul bersama keluarga atau rekan, terutama saat melakukan buka puasa bersama.Kegiatan buka bersama kerap dilakukan untuk menjalin silaturahmi dan kebersamaan dalam menyambut hangatnya bulan puasa.Tak heran, di bulan suci ini beberapa hotel ternama menawarkan berbagai promosi dan menu-menu spesialnya, tak terkecuali Hotel Chanti.Hotel yang terletak di Jalan Gajahmada No 40 Semarang tersebut menyuguhkan ragam jajanan zaman dulu alias jadul pada bulan Ramadhan tahun ini.Dengan mengangkat tema “Tenongan Ramadhan’, hotel bintang 4 ini menyajikan lebih dari 75 jenis jajanan untuk berbuka sekaligus bernostalgia kembali ke masa lalu.Beragam jajanan pasar itu disajikan dalam tenongan atau wadah berbentuk bundar yang terbuat dari anyaman bambu. Tenongan ini pun sudah jarang sekali ditemukan kecuali di daerah lereng Gunung Sumbing.“Tenongan ini sangat unik dan langka. Kali ini kita mengangkat tenongan yakni tempat makanan dari bambu yang biasa dipakai untuk syukuran, kenduri, di daerah di lereng gunung Sumbing Wonosobo dan Purworejo,” terang Executive Chef Hotel Chanti Semarang, Anas Harsanto, Rabu (8/5).Menurutnya, tenongan banyak digunakan warga lereng Gunung Sumbing untuk membawa beragam makanan untuk prosesi nyadran ke makam leluhur. Tradisi itu dilakukan menjelang bulan Ramadhan untuk membersihkan makam sekaligus berdoa bersama.”Tradisi itu dilakukan sebelum puasa, kalau orang menyebutnya nyadran leluhur. Artinya kalau nyadran bersih makam, sekaligus mensucikan diri atau saling memaafkan serta melebur kesalahan. Misalnya sebelum kita memasuki Ramadan memberikan sedekah atau memakan kenduri di area pemakaman itu,” jelasnya.Untuk itu, pada Ramadhan kali ini tenongan dihadirkan menjadi tempat beragam jajanan jadul sebagai menu buka puasa. Di antaranya terdapat rasikan, jentik manis, mendhut hitam, kue ku, kue mangkok, sentiling, carabikang, moho, mata kerbau, ager-ager, lunpia dan banyak lagi jajanan tradisional lainnya.“Kita cenderung ke jajanan pasar atau makanan tradisional. Jajanan-jajanan ini sangat otentik, misalnya rasikan ini hanya bisa ditemukan di Magelang. Kemudian kita punya mendhut hitam, ini juga otentik. Untuk snack kita punya 75 sampai 100 varian agar bisa menjadi pilihan bagi pengunjung,” katanya.Sementara untuk minuman terdapat wedang rempah yang memadukan berbagai macam empon-empon. Minuman kaya rempah itu akan menghangatkan tubuh terutama untuk melawan hawa dingin saat menjelang malam.General Secretary Hotel Chanti Semarang, Merquri menambahkan, selain makanan tradisional atau jajanan zaman dulu, pihak hotel juga melakukan live cooking dengan berbagai menu khas untuk berbuka puasa.Untuk menu highlight dengan pilihan seperti mie kakap, ayam buah keluak, laksa nyonya, lontong cap gomeh, otak-otak tahu, kwetiaw siram daging cincang dan angsio tahu jamur.”Semua menu-menu tersebut dapat dinikmati di Layana Cafe dan Restaurant, lantai M Hotel Chanti Semarang setiap hari mulai 6 Mei hingga 3 Juni 2019 mulai pukul 17.30 WIB,” ujar wanita yang akrab disapa Merry ini.(SEN)

Komentar

VIDEO TERKINI