Hari Ini, Jokdri Akan Jalani Sidang Perdana

Mei 6, 2019
Belum ada gambar

JAKARTA, RAKYATJATENG – Mantan Plt Ketum PSSI Joko Driyono , bakal menjalani sidang perdana soal kasus dugaan penghilangan barang bukti pengaturan skor. Dia akan diadili di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Senin (6/5).Pria yang karib disapa Jokdri itu ditetapkan atas kasus penghancuran barang bukti. Dia terancam dijerat dengan pasal berlapis. Mulai dari melanggar Pasal 363 yang terkait pencurian dan pemberatan serta Pasal 232 tentang perusakan pemberitahuan dan penyegelan.Selanjutnya, Pasal 233 tentang perusakan barang bukti dan Pasal 235 KUHP terkait perintah palsu untuk melakukan tindak pidana yang disebutkan di Pasal 232 dan Pasal 233. Senin ini Jokdri akhirnya segera diadili di PN Jaksel.Humas PN Jakarta Selatan, Achmad Guntur mengatakan, PN Jakarta Selatan sudah menerima berkas dari Kejaksaan pada pekan lalu. Seluruh berkas sudah dinyatakan lengkap sehingga Jokdri pun bisa segera disidangkan. “Hari ini, Senin sidang perdana,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (6/5).Menurutnya, pada persidangan itu, hakimnya terdiri dari Ketua Majelis Hakim, Kartim Haeruddin, hakim anggota R, Lim Nurohim dan Sudjarwanto. Namun, belum dapat dipastikan pada pukul berapa sidang akan dilaksanakan. “Seperti biasa menunggu Jaksa dan terdakwa. Kalau pidana biasanya di atas pukul 1,” tuturnya.Eks pimpinan PT Liga Indonesia itu bakal mendapat pendampingan hukum dari PSSI. “Ya, setiap insan di PSSI, setiap proses hukum akan ada pendampingan hukum. Makanya ada Komite Hukum,” ungkap Sekjen PSSI, Ratu Tisha, beberapa waktu lalu.Sekadar informasi, Jokdri ditetapkan sebagai tersangka oleh Satgas Antimafia Bola Polri pada pertengahan Februari lalu. Dia disebut-sebut memerintahkan tiga orang yakni MM, MA dan AG untuk memusnahkan, memindahkan dan merusak barang bukti terkait kasus pengaturan skor Persibaran Banjarnegara vs PS Pasuruan di kantor Komdis. Aksi itu diduga dilakukan Jokdri untuk mengaburkan petunjuk terkait kasus pengaturan skor.

Komentar

VIDEO TERKINI