Ditenggelamkan Menteri Susi, 13 Kapal Vietnam Jadi Rumah Ikan

Mei 5, 2019
Belum ada gambar

MEMPAWAH, RAKYATJATENG – Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti menepati janjinya menenggelamkan kapal-kapal yang terbukti melakukan illegal fishing di perairan Indonesia.Kemarin (4/5) sebanyak 13 kapal ditenggelamkan di perairan Pulau Datuk, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat. Sebanyak 13 kapal lainnya menyusul ditenggelamkan pada 10 dan 24 Mei mendatang. Seluruhnya berbendera Vietnam.Sampai Mei ini, sebenarnya ada 51 kapal yang terjaring operasi pencurian ikan. Namun, beberapa di antaranya sudah ditenggelamkan. Oleh petugas, ABK kapal-kapal tersebut dihadapkan ke meja hijau di pengadilan, sedangkan kapal-kapal mereka disita sebagai barang bukti. Nah, ketika pengadilan memutus bersalah dan berkekuatan hukum, kapal-kapal itu pun dieksekusi dengan ditenggelamkan.Agar kapal-kapal tersebut masuk hingga dasar laut, lambung kapal dilubangi lebih dahulu di beberapa bagian. Selanjutnya, kapal diisi air. Perlahan kapal-kapal tersebut masuk hingga dasar laut.Menteri Susi memilih tidak meledakkan kapal-kapal tersebut agar bangkai kapal bisa menjadi rumah ikan di perairan tersebut. “Peledakan hanya bagian palka, bukan semua bagian kapal,” ujarnya kepada Pontianak Post kemarin.Dia mengungkapkan, penenggelaman kapal merupakan langkah terbaik untuk menyudahi praktik pencurian ikan di perairan Indonesia. Apabila tidak ada tindakan tegas, dia khawatir pencurian akan terus merugikan negara. Dampak lain, sumber daya ikan Indonesia bisa habis.“Bayangkan, pada 2014, stok ikan yang kita miliki pernah turun drastis. Hanya ada 7,1 juta ton dari yang sebelumnya tercatat lebih dari 10 juta ton. Ini dikarenakan illegal fishing,” tegasnya.Dia mengungkapkan, masih ada akibat lain pencurian ikan. Yakni, saat ini 115 perusahaan eksporter perikanan tutup karena kekurangan bahan baku. Padahal, banyak orang yang menggantungkan hidup dari perusahaan-perusahaan itu.

Komentar

VIDEO TERKINI