Kukuhkan Pengurus Korpri Kabupaten Tegal, Ini Pesan Sri Puryono

Mei 4, 2019
Belum ada gambar

TEGAL, RAKYATJATENG – Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) harus menjadi organisasi yang kuat, profesional dan mampu membantu meningkatkan kesejahteraan pemerintah dan masyarakat. Organisasi Korpri dengan anggota tersebar di seluruh penjuru Nusantara harus solid dan tidak mudah terpecah belah.Hal itu disampaikan Ketua Dewan Pengurus Korpri Provinsi Jateng Sri Puryono saat memberi sambutan pada pengukuhan Dewan Pengurus Korpri Kabupaten Tegal periode 2019-2024 di Gedung Korpri Kabupaten Tegal, Jumat (3/5/2019).Selain pengukuhan Ketua Dewan Pengurus Korpri Kabupaten Tegal Widodo Joko Mulyono oleh Sri Puryono, pada kesempatan itu sekaligus dilakukan pengukuhan Pengurus Unit-unit Korpri Tingkat Kabupaten Tegal dan Pengurus Kopri Unit-unit Kecamatan oleh Ketua Dewan Pengurus Korpri Kabupaten Tegal.Sri Puryono meminta kepada ketua dan seluruh pengurus Korpri yang dilantik untuk selalu tegak lurus mendukung bupati dan wakil bupati. Yaitu mendukung berbagai kebijakan bupati dan wakil bupati dengan catatan, kebijakan-kebijakan tersebut sesuai dengan perundang-undangan.“Korpri harus berpikir visioner dan menjadi kekuatan setelah TNI/ Polri. Terlebih anggota Korpri sangat besar dan tersebar di berbagai daerah, termasuk di Kabupaten Tegal yang mencapai sekitar 9.100 anggota,” ujar Sri yang juga Sekda Provinsi Jateng ini.Dalam hal membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, lanjut dia, Korpri telah melakukan berbagai langkah dan kebijakan untuk masyarakat. Salah satunya keperpihakan Korpri terhadap petani saat hasil panen melimpah dan harga komoditas anjlok. Korpri mengambil langkah cepat dengan menggerakkan anggotanya untuk membeli hasil panen petani.Sri Puryono mencontohkan ketika musim panen raya padi di beberapa daerah di Jateng menyebabkan harga gabah anjlok, petani cabai di Demak yang harganya hanya Rp5.000 per kilogram, serta musim panen bawang merah di Brebes yang mengakibatkan harga komoditas unggulan kabupaten itu terjun bebas. Pemerintah Provinsi pun berupaya menyikapi dengan memborong cabai dan bawang merah kemudian dijual kepada para ASN.

Komentar

VIDEO TERKINI