21 Ribu Apem Simbol Saling Memaafkan

Mei 4, 2019
Belum ada gambar

SURABAYA, RAKYATJATENG – Pelataran Masjid Nasional Al Akbar Surabaya dipadati jamaah kemarin selepas salat Jumat (3/5). Mereka menghadiri Megengan Kubro bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Perayaan tersebut juga diwarnai dengan pembagian 21 ribu kue apem yang dicatatkan sebagai rekor baru Muri.Kue-kue apem tersebut disusun dan dijajar mengelilingi area halaman timur masjid. Selain itu, apem disusun mengerucut di tengah lokasi. Ada juga yang ditata di ratusan tampah. “Apem itu kan berasal dari bahasa Arab, afum yang berarti pengampunan. Jadi, sebelum masuk Ramadan, hendaknya kita saling memaafkan,” tutur Khofifah.Menurut dia, kegiatan itu juga bisa menjadi sarana untuk mengenalkan megengan kepada para generasi milenial. Khofifah ingin anak muda sekarang tetap melestarikan tradisi pembuka Ramadan tersebut Risma pun sepakat dengan Khofifah. Diharapkan, megengan ini tetap dilakukan di masa-masa mendatang.“Karena Islam itu bukan cuma salat lima waktu, tapi juga ada akhlak dan adab yang diperhatikan, seperti saling memaafkan sebelum masuk Ramadan,” tutur Risma sambil menyampaikan pesan untuk masyarakat Surabaya supaya bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban selama bulan puasa.Setelah memberikan sambutan, Khofifah dan Risma ikut mengambil kue apem di tampah. Keseruan terasa ketika ribuan jamaah mulai saling berebut mendapatkan apem-apem itu. Khofifah dan Risma lantas menabuh beduk menandai program Sparkling Ramadhan diiringi pelepasan balon dari 99 anak yatim dan duafa yang diundang.Salah seorang pantia penyelenggara acara, Hendro Cahyono, menuturkan, kegiatan tersebut memiliki banyak arti filosofi. Salah satunya, pemilihan jumlah kue apem. “Dua puluh satu bermakna dari dua srikandi, yakni Khofifah dan Risma, menjadi satu,” tuturnya.Menurut Hendro, ide tersebut berasal dari para pengurus masjid. Pihak pengurus mengamati bahwa masih jarang ada kegiatan besar yang menyatukan dua pejabat itu.“Masjid ini kan berdiri atas SK Gubernur Jatim dan disediakan lahan oleh Pemerintah Kota Surabaya, jadi ya sangat filosofis ketika kami satukan mereka di acara yang mulia ini,” tutur Hendro.Selain itu, jumlah 99 anak yatim dan duafa yang diundang didasarkan pada jumlah asmaul husna.(JPC)

Komentar

VIDEO TERKINI