79 Butir Amunisi Ditemukan di Tempat Sampah

Mei 2, 2019
Belum ada gambar

PEKALONGAN, RAKYATJATENG – Sebanyak 79 butir amunisi ditemukan di tempat sampah di pinggir Jalan Kartini, Keputran, Kecamatan Pekalongan Timur, Kota Pekalongan, Rabu (1/5). Puluhan butir peluru yang diduga masih aktif itu diduga sebelumnya dibuang oleh seorang pengendara sepeda motor.Saksi mata, Hudan Satria (34), yang merupakan pedagang tahu petis di dekat lokasi, menuturkan sebelumnya sekira pukul 10.00 WIB saat dirinya sedang menyiapkan lapak dagangan, dia melihat ada seorang pengendara sepeda motor dari arah selatan yang membuang bungkusan sampah di lokasi tersebut.Tak berselang lama, ada seorang pencari rongsok (pemulung) yang mengais sampah-sampah tersebut. “Seperti biasanya, barangkali ada yang masih bisa dimanfaatkan. Kemudian tukang rongsok itu membuka karung yang dibuang tadi. Di dalamnya ada tas bekas tempat jas hujan. Waktu dibuka, pertama kali dikira uang koin, saya nyuruh supaya itu dibawa saja. Tetapi setelah dicek lagi, ternyata itu peluru,” ungkap warga Yosorejo, Pekalongan Selatan ini.Karena takut, dia pun memberitahu temannya, Husein (28), seorang montir yang bekerja di bengkel seberang jalan. “Saya takut, kemudian memanggil tukang bengkel di depan. Selanjutnya dia lapor polisi, dan polisi datang ke sini,” ujarnya.Husein membenarkan bahwa yang ditemukan pemulung di tempat sampah itu memang peluru. “Iya tadi setelah kita cek memang peluru. Langsung saya lapor ke polisi. Untungnya sampah di situ belum dibakar,” tuturnya.Anggota Polres Pekalongan Kota yang menerima laporan itu kemudian datang ke lokasi. Amunisi-amunisi itu selanjutnya diperiksa dan dihitung. Setelah diidentifikasi, ternyata benar bahwa itu memang amunisi dan diduga masih aktif, meskipun sebagian besar sudah karatan. Jumlahnya mencapai 79 butir. Sebanyak 40 butir diantaranya adalah amunisi berkaliber 9 milimeter. Sedangkan 30 butir sisanya memiliki ukuran lebih kecil dan lebih pendek. Puluhan amunisi tersebut kemudian dibawa ke Mapolres Pekalongan Kota guna penyelidikan lebih lanjut.

Komentar

VIDEO TERKINI