Resmi Ditahan KPK, Bupati Talaud Sri Wahyumi Huni Rutan K4

Mei 1, 2019
Belum ada gambar

JAKARTA, RAKYATJATENG – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Bupati Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, Sri Wahyumi Maria Manalip di rumah tahanan (Rutan) K4 tepat berada di belakang kantor KPK. Penahanan ini dilakukan setelah Sri ditetapkan sebagai tersangka.“Untuk Sri Wahyumi di Rutan K4,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di kantornya, Rabu (1/5) dini hari.Sementara dua tersangka lain yakni Benheur Lalenoh ditahan di Rutan Pomdam Jaya Guntur. Sedangkan Bernard Hanafi Kalalo ditahan di rutan KPK C1 (Gedung lama).“Benheur di Rutan Guntur dan Bernard di C1,” ucap Febri.Menanggapi penahanannnya, Sri yang keluar dari ruang penyidikan sekitar pukul 02.05 WIB dengan mengenakan rompi oranye, membantah menerima hadiah senilai Rp 513 juta.Kepada awak media Sri mengklaim dirinya tidak mengetahui mengapa penyidik KPK membawanya ke Jakarta. Dia membantah semua yang disangkakan KPK.“Saya Indonesia, saya NKRI. Jadi ketika saya dibawa ke sini tidak tahu apa gitu, karena saya tidak menerima. Saya dituduhkan katanya saya menerima hadiah, sampai sekarang hadiah itu tidak ada sama saya,” kata Sri ketika keluar dari ruang penyidikan, Rabu (1/5) dini hari.Politikus Hanura itu mengklaim tidak mengetahui akan diberikan barang-barang mewah oleh Bernard Hanafi Kalalo, untuk mendapatkan proyek revitalisasi pasar di Kabupaten Kepulauan Talaud.“Siap membuktikan bahwa barang itu tidak ada sama saya,” tegas Sri.Kendati demikian Sri belum mengetahui bagaimana mekanisme pembuktiannya. Karena dia belum memutuskan apakah akan mengajukan praperadilan atau tidak. Sri hanya memastikan, dirinya akan mematahkan tuduhan penyidik lembaga antirasuah saat dirinya disidang nanti.“Saya tidak pernah menerima hadiah, bisa saya buktikan di persidangan, bahwa saya tidak menerima dan barang itu tidak ada sama saya,” tukas Sri.

Komentar

VIDEO TERKINI