Pernah Tanam 1.500 Hektare, Kementan Pacu Bawang Putih Magelang

April 30, 2019
Belum ada gambar

MAGELANG, RAKYATJATENG – Wilayah Magelang sebagaimana tertulis dalam memorial pemerintah daerah ternyata menyimpan sejarah panjang kejayaan bawang putih. Era kejayaan tersebut terjadi pada 1980 hingga 1990, meliputi 3 kecamatan di lereng Gunung Sumbing yaitu Kecamatan Kaliangkrik, Kajoran dan Windusari.Luas tanam bawang putih di kawasan tersebut dulunya rata – rata mencapai 1500 hektare per tahun dengan produksi 9000 ton. Bahkan sisa -sisa kejayaan tersebut secara kasat mata masih dapat dilihat di Desa Sutopati dan Desa Sukomakmur, Kecamatan Kajoran berupa gudang bawang putih. Selain itu terdapat bangunan rumah mewah dengan atap rumah dicor, berfungsi untuk penjemuran bawang putih.Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Magelang, Tri Agung menyebut kejayaan bawang putih Magelang mulai meredup setelah 1990 – an.“Penyebabnya dari aspek budidaya bawang putih, petani kurang memperhatikan soal konservasi lahan. Tidak ada terasering dan marak terjadi penebangan tanaman tegakan sehingga kesuburan tanahnya makin menurun. Dampaknya mutu dan produksi tanaman ikut turun,” terang Tri.Menurutnya, keadaan makin diperparah dengan mulai masuknya bawang putih impor ke Indonesia. Produksi bawang lokal kalah bersaing dari sisi harga, ukuran dan bentuk umbi.“Sehingga petani mulai enggan menanam karena terus merugi, biaya produksi tinggi, belum lagi produktivitas yang terus menurun. Perlahan tapi pasti bawang impor kian menggerus pasar produksi bawang putih lokal,” imbuh Tri.Sejak digulirkan program swasembada bawang putih oleh Kementerian Pertanian, luas tambah tanam dan luas panen di Magelang kembali bertambah.Menurut data Dinas setempat, luas panen bawang putih pada 2016 hanya mencapai 38 hektare dengan produksi hanya 178 ton. Namun pada 2018, luas tanam melonjak naik hingga 500 hektare lebih.

Komentar

VIDEO TERKINI