Ramadhan, Jam Kerja ASN Dikurangi Sejam

April 29, 2019
Belum ada gambar

JAKARTA, RAKYATJATENG – Ramadhan di Indonesia selalu identik dengan pengurangan jam kerja. Termasuk bagi para aparatur sipil negara (ASN). Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi telah mengeluarkan kebijakan untuk memangkas waktu kerja ASN selama satu jam selama bulan puasa.Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (SE Men PAN-RB) Nomor 394 Tahun 2019 tentang Penetapan Jam Kerja pada Bulan Ramadhan 1440 H. Surat edaran tersebut ditetapkan pada 26 April 2019.“Jumlah jam kerja efektif bagi instansi pemerintah pusat dan daerah yang melaksanakan lima atau enam hari kerja selama Ramadan minimal 32,5 jam per minggu,” kata Men PAN-RB Syafrudin dalam surat edaran yang diterima kemarin (28/4).Dengan akumulasi 32,5 jam per minggu, rata-rata jam kerja menjadi 6,5 jam per hari. Akumulasi tersebut lebih rendah dari hari biasa yang mencapai 37,5 jam atau rata-rata 7,5 jam per hari. Dengan demikian, jam kerja berkurang satu jam setiap hari.Teknisnya, bagi instansi yang memberlakukan lima hari kerja, waktu kerja berlaku pukul 08.00-15.00 pada Senin-Kamis. Dengan waktu istirahat pukul 12.00-12.30. Untuk Jumat, jam kerja berlaku pukul 08.00-15.30 dengan jam istirahat pukul 11.30-12.30.Untuk instansi yang memberlakukan enam hari kerja, waktu kerja berlaku pukul 08.00-14.00 pada Senin-Kamis dan Sabtu. Waktu istirahat pukul 12.00-12.30. Sementara itu, saat Jumat, jam kerja berlaku pukul 08.00-14.30 dengan jam istirahat pukul 11.30-12.30. Meski demikian, Syafruddin menegaskan jam tersebut bersifat umum. Bagi daerah atau instansi tertentu, jam kerja bisa disesuaikan dengan kebijakan masing-masing. “Menyesuaikan situasi dan kondisi setempat,” imbuhnya.Sementara itu, Kepala Biro Humas, Informasi, dan Komunikasi Publik Kemen PAN-RB Mudzakir menambahkan, kebijakan tersebut dikeluarkan untuk memberikan kesempatan kepada ASN menjalani ibadah lebih maksimal. “Agar para ASN bisa menjaga kekhusyukan beribadah selama Ramadan,” ujarnya kepada Jawa Pos.

Komentar

VIDEO TERKINI