Bengkulu Dilanda Banjir dan Longsor, 12 Ribu Warga Mengungsi, 17 Meninggal Dunia

April 29, 2019
Belum ada gambar

BENGKULU, RAKYATJATENG – Jumlah korban bencana banjir dan longsor yang melanda sembilan kabupaten/kota di Provinsi Bengkulu terus bertambah. Data terakhir hingga pukul 19.00 WIB, tercatat 17 orang meninggal dunia.Sementara masih ada 9 orang hilang, 2 orang luka berat dan 2 orang luka ringan. Upaya penanggulangan bencana pun terus dilakukan oleh pemerintah pusat dan daerah.Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo terjun langsung di Bengkulu untuk memantau kondisi lokasi bencana. Kedatangannya pun disambut oleh Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah, yang langsung memberi penjelasan ihwal mengenai dampak dan penanganan bencana.Untuk membantu operasional penanganan darurat, Kepala BNPB Doni Monardo telah menyerahkan bantuan dana siap pakai sebesar Rp 2,25 milyar kepada Gubernur Bengkulu. Selanjutnya dana siap pakai tersebut akan diberikan kepada BPBD kabupaten/kota sesuai tingkat kerusakan akibat bencana.“Kami juga memerintahkan kepada Deputi Penanganan Darurat BNPB dan Deputi Logistik Peralatan BNPB untuk segera memenuhi kebutuhan darurat yang diperlukan,” kata Doni dalam keterangannya, Minggu (28/4).Adapun, kata Doni, kendala yang dihadapi dalam penanganan darurat adalah sulitnya untuk menjangkau ke lokasi titik-titik banjir dan longsor. Pasalnya, seluruh akses ke lokasi kejadian terputus total. Koordinasi dan komunikasi ke kabupaten/kota cukup sulit dilakukan karena aliran listrik banyak yang terputus.“Pendistribusian logistik terhambat karena akses jalan banyak yang terputus karena banjir dan longsor. Titik lokasi bencana banjir dan longsor sangat banyak sedangkan jarak antar titik banjir dan longsor berjauhan, sehingga menyulitkan untuk mencapai semua lokasi. Terbatasnya dana/anggaran yang memadai sehingga menyulitkan operasional penanganan bencana,” tuturnya.Doni menyatakan, pihaknya telah memberikan arahan kepada jajaran BPBD dan SKPD di provinsi Bengkulu terkait penanggulangan bencana banjir dan longsor tersebut. Menurutnya, bencana hidrometeorologi atau bencana karena faktor alam di Indonesia terus meningkat.

Komentar

VIDEO TERKINI