Ekspor Mebel Jateng Ditargetkan Naik 11 Persen

April 26, 2019
Belum ada gambar

SEMARANG, RAKYATJATENG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) terus mendorong ekspor mebel dan kerajinan kayu. Tahun ini targetnya meningkat 11 persen. Dengan berbagai promosi dan dukungan dari pemerintah, target tersebut diyakini bisa terealisasi.Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jateng Muhammad Arif Sambodo menyampaikan, industri mebel dan kayu memiliki potensi yang sangat besar. Bahkan eskpor dari industri ini berada satu tingkat di bawah tekstil. “Kami menargetkan peningkatan ekspor dari industri mebel ini,” terang Arif, Jumat (26/4).Pada 2018, nilai ekspor sebesar USD 1.497.554.851. Terdiri dari ekspor kayu olahan sebesar USD 860.676.518 dan ekspor mebel sebesar USD 636.878.333.Secara nasional, pemerintah menargetkan nilai ekspor sebesar USD 5 miliar. “Yang terealisasi untuk wilayah Jateng sebesar USD 2 miliar. Ini berarti Jateng berkontribusi sebesar 50 persen,” kata Arif.Guna merealisasikan target, Pemprov Jateng terus melakukan berbagai upaya. Salah satunya menyediakan tempat untuk pameran produk mebel dan kerajinan kayu di Rumah Kriya Banjarsari. Selain itu juga ada pelatihan serta pengenalan terhadap mesin produksi.“Mengadakan workshop. Kemudian ada juga program restrukturisasi mesin-mesin produksi. Lalu ada program coaching terhadap IKM. Jadi yang belum mengetahui bidang ekspor, setelah mengikuti program ini bisa langsung terjun ke ekspor,” paparnya.Sementara terkait dengan adanya kegiatan obral mebel di Rumah Kriya Banjarsari, kegiatan itu diyakini mampu mendorong peningkatan produksi mebel dan kerajinan. Sebab dengan adanya kegiatan ini bisa meningkatkan jejaring serta kemitraan dengan stakeholder.(JPC)

Komentar

VIDEO TERKINI