Puluhan Siswa dari 12 SMP di Jateng Pelajari Situs Batu Tulis Cipaku

April 25, 2019
Belum ada gambar

PURBALINGGA, RAKYATJATENG – Sebanyak 72 siswa perwakilan dari 12 SMP di Purbalingga serta beberapa dari Pemalang dan Sragen mengikuti Kemah Budaya bagi Pelajar Tingkat Kabupaten Purbalingga 2019 di Bumi Perkemahan Munjulluhur, Purbalingga, 23 sampai 24 April 2019.Pada rangkaian kegiatan yang diselenggarakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Purbalingga ini, para siswa diperkenalkan salah satu warisan budaya Kabupaten Purbalingga berupa Batu Tulis/Prasasti Cipaku, Kecamatan Mrebet.“Prasasti ini telah dialihaksarakan oleh Arkeolog dari UGM Drs Koesen dan terbaca ‘Indra Wardana Wikrama Deva’,” papar G. Kurniawan selaku instruktur Kemah Budaya yang juga anggota Tim Ahli Cagar Budaya ini kepada para siswa.Para siswa juga diajak untuk melihat secara langsung bentuk aksara prasasti ini yang masih menggunakan aksara Jawa Kuno. Prasasti ini, menurut Kurniawan juga salah satu bukti evolusi dan dinamika budaya dalam penggunaan aksara oleh orang jawa.Siswa diajak membedakan aksara-aksara yang selama ini digunakan oleh berbagai prasasti sesuai periodisasi zaman. Mulai yang paling tua yakni huruf Pallawa, Jawa Kuno hingga Jawa Moderen yang saat ini masih dipelajari di sekolah.Mengenai makna dari apa yang tertulis di prasasti, saat ini belum diketahui secara pasti meskipun sudah dikonsultasikan ke arkeolog di UGM, UI bahkan epigraf dari India.“Namun, melihat jenis aksarannya, prasasti Cipaku ini diperkirakan berasal dari abad 8 sampai 10 masehi. Dimana Jawa Kawi ini cukup familier digunakan kerajaan-kerajaan zaman tersebut,” katanya.Meski demikian, sesuai literatur-literatur yang ada umumnya prasasti-prasasti memperingati penetapan sebidang tanah atau suatu daerah sebagai sima, daerah perdikan, sebagai anugrah raja kepada seorang pejabat yang telah berjasa kepada kerajaan atau sebagai anugerah raja untuk kepentingan sesuatu bangunan suci.

Komentar

VIDEO TERKINI