Harga Garam Anjlok, Petani: Rp875 per Kilogram

April 25, 2019
Belum ada gambar

JEPARA, RAKYATJATENG – Petani garam di Kabupaten Jepara, Jateng, mengeluh karena harga garam anjlok. Hal itu sedikit banyak terpengaruh kebijakan pembukaan keran impor garam, yang dilakukan oleh pemerintah.“Sekarang saja, ketika kami belum panen harga jual garam sudah rendah. Satu tombong (80 kilogram) kini harganya Rp 70 ribu (Rp 875 per kilogram),” tutur Mukson, seorang petani garam asal Desa Panggang, Rabu (24/4).Ia mengatakan, meskipun impor garam untuk bahan industri, namun hal itu juga bisa berpengaruh pada produknya. Karena, selama ini, garamnya dibeli dari Lampung.Ia mengatakan, saat ini harga jual tengah anjlok. Hal itu berbeda dengan dua tahun yang lalu, dimana per tombong bisa mencapai Rp 250 ribu. Sekarang, ketika pasokan digudang kian menipis dan musim tanam garam belum dimulai, harga garam justru rendah.Dengan 15 kotak lahan produksi garam, ia mengaku bisa memroduksi sekitar 800 kilogram garam.“Garam kami ini ya bisa untuk konsumsi dan untuk industri. Kalau dulu kan harganya tinggi. Namun sekarang anjlok. Apalagi nanti kalau musim panen tiba. Kalau saya sih, selagi di sini masih bisa produksi, mbok jangan dimasukan (impor) dulu,” tuturnya.Jumari, petani garam lain mengatakan hal serupa. Menurutnya, impor tetap saja memengaruhi harga jual garam, apapun itu jenisnya.“Pastinya akan memengaruhi harga. Wong sekarang saja masa tidak panen dan tak produksi harga garam segitu, apalagi kalau ada impor,” jelasnya.Ia memrediksi, jika pemerintah mengendalikan keran impor garam maka harganya bisa sangat anjlok.“Ya kalau dipaksakan harganya bisa bisa jadi Rp 20 ribu per tombong. Artinya seperti jaman dahulu,” ungkapnya.Ia juga mengkhawatirkan akan adanya potensi kebocoran pasokan garam industri untuk konsumsi. Jika demikian, maka petani garam akan semakin menderita akibat kebijakan impor.

Komentar

VIDEO TERKINI