Terbukti Terima Suap, Idrus Marham Divonis 3 Tahun Penjara

April 23, 2019
Belum ada gambar

JAKARTA, RAKYATJATENG – Mantan Sekjen Partai Golkar Idrus Marham divonis 3 tahun penjara dengan denda Rp 150 juta subsider 2 bulan kurungan. Idrus dinilai terbukti bersalah menerima suap senilai Rp 2,25 miliar dari pengusaha Johanes Budisutrisno Kotjo.“Menyatakan terdakwa Idrus Marham telah terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum bersalah melakukan tindak pidana korupsi,” kata Hakim Ketua Yanto saat membacakan amar putusan dalam sidang di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Selasa (23/4).Hakim menyatakan, mantan menteri sosial (mensos) ini terbukti menerima uang itu bersama-sama dengan mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih karena membantu Kotjo mendapatkan proyek di Pembangkit Listrik Negara (PLN). Kotjo sendiri berperan sebagai pemegang saham Blackgold Natural Resources Ltd (BNR) yang ingin mendapatkan proyek di PLN.Kemudian, Kotjo menggandeng perusahaan asal China, yaitu China Huadian Engineering Company Ltd (CHEC), sebagai investor. Namun Kotjo sempat kesulitan berkomunikasi dengan pihak PLN, sehingga meminta bantuan Setya Novanto sebagai kawan lamanya.Novanto pun setuju dan mempertemukan Kotjo dengan Eni sebagai anggota DPR yang membidangi energi, riset, teknologi, dan lingkungan hidup. Eni pun membantu Kotjo tapi dalam perjalanannya Novanto dijerat KPK sebagai tersangka kasus korupsi terkait proyek e-KTP.Eni sebelumnya melaporkan perkembangan proyek PLTU kepada Novanto, dan beralih ke Idrus selaku Plt Ketua Umum Partai Golkar. Tujuan Eni melapor ke Idrus agar tetap diperhatikan Kotjo.“Terdakwa berkomunikasi dengan Johanes B Kotjo untuk memenuhi permintaan Eni Maulani Saragih. Terdakwa minta Kotjo untuk membantu Eni Maulani Saragih untuk keperluan Pilkada Temanggung,” ungkap hakim.Idrus kemudian mengarahkan Eni untuk meminta uang USD 2,5 juta kepada Kotjo. Uang itu digunakan untuk keperluan Munaslub Golkar, di mana Eni menjabat Bendahara Munaslub.

Komentar

VIDEO TERKINI