Menikmati Panorama Membentang di Desa Wisata Serang Purbalingga

April 23, 2019
Belum ada gambar

PURBALINGGA, RAKYATJATENG – Pagi baru saja dimulai ketika kabut yang menyelimuti Gunung Slamet di Jawa Tengah perlahan-lahan mulai menghilang, tapi burung-burung sudah sibuk berkicauan seakan bersahutan dengan deru suara motor.Pagi juga baru saja dimulai ketika hawa dingin berteman dengan teh hangat dan tempe mendoan yang tersaji di sebuah meja kayu di salah satu “homestay” di Desa Wisata Serang, Purbalingga, Jawa Tengah.Homestay tersebut merupakan rumah seorang warga bernama Joko Purwanto, yang difungsikan juga sebagai tempat menginap bagi tamu dan wisatawan. Wisatawan yang mau menginap di homestay tersebut cukup membayar Rp50.000 per orang sudah termasuk paket makan untuk satu kali.Joko menjadikan rumahnya sebagai tempat menginap bagi wisatawan sejak 2013 dengan nama “Homestay Gunung Slamet”. “Saya namakan Gunung Slamet karena homestay saya ini memang berlatar gunung, belakang rumah saya itu terlihat jelas Gunung Slamet apalagi kalau sore hari dan tidak sedang hujan,” katanya.Joko memang tidak berlebihan, di balik rumahnya tampak kebun sayuran membentang dan Gunung Slamet yang sangat indahnya. Dalam satu bulan, ada sekitar empat hingga lima orang wisatawan yang menginap di tempatnya. “Wisatawan yang datang asalnya dari mana-mana, pernah ada yang dari Jakarta bahkan ada yang dari Jepang,” katanya.Joko mengaku senang bisa berinteraksi langsung dengan pengunjung yang datang. Apalagi jika yang datang adalah turis asing. Meski kesulitan dalam berkomunikasi dengan turis mancanegara karena dia tidak begitu menguasai bahasa asing, tapi baginya, selama ada kemauan di situ ada jalan. “Ya akhirnya kami memakai bahasa isyarat,” katanya sambil tertawa.Kepala Desa Serang, Sugito mengatakan bahwa hingga saat ini ada sekitar 68 homestay di desa wisata tersebut. Pemerintah desa memang terus mendorong pengembangan “homestay” untuk meningkatkan minat wisatawan datang berkunjung. Seluruh homestay yang ada dikelola langsung oleh warga di bawah pengawasan kelompok sadar wisata atau pokdarwis setempat.

Komentar

VIDEO TERKINI