Kementan Pacu Pengembangan Sentra Sayuran Organik

April 21, 2019
Belum ada gambar

KARANGANYAR, RAKYATJATENG – Kementerian Pertanian (Kementan) terus memacu peningkatakan produksi komoditas pertanian bernilai ekonomi tinggi. Salah satunya tanaman sayuran yang memiliki potensi pasar supermarket bahkan bisa ekspor.Direktur Jenderal Hortikultura Suwandi membeberkan Indonesia sangat kaya akan komoditas tanaman sayuran. Buktinya, berbagai jenis tanaman sayuran yang tersebar di berbagai daerah, salah satunya yang tengah dikembangkan di Desa Nglebak, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.“Daerah ini menjadi sentra tanaman sayuran organik dengan berbagai jenis tanaman pakcoy, seledri, kacang capri, cabai, wortel, bawang daun dan lainnya, disamping sayuran biasa,” kata Suwandi saat meninjau tanaman sayuran di Desa Nglebak, Jumat (19/4) bersama Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Karanganyar Supramnaryo dan para petani sayur.Suwandi menyebutkan Kementan hingga saat ini terus mendorong sentra-sentra tanaman sayuran sejenis di daerah lain agar produksi dan volume ekspor semakin meningkat. Tanaman sayuran tumbuh subur di dataran tinggi, seperi di Brastagi, Solok, Kerinci, Puncak, Lembang, Pangalengan, Ciwidey, Magelang, Sleman, Wonosobo, Tawangmangu, Batu malang, Enrekang, Modoinding dan lainnya.“Kita targetkan dan dorong sayuran berkualitas, sayuran organik, ramah lingkungan dan menyehatkan, hingga masuk supermarket dan bahkan ekspor agar pendapatan petani dan negara meningkat,” ujarnya.Ini pasti bisa karena tanaman baby buncis, capri, edamame, kubis dan 30-an jenis sayuran lainnya memiliki daya saing yang tinggi dan sudah diekspor. Data ekspor sayuran 2018 menunjukkan naik lebih tinggi dibandingkan 2017.“Tanaman sayuran identik dengan sehat dan segar, di Tawangmangu ini daerah dataran tinggi, udara sejuk, tumbuh berbagai jenis sayuran, bahkan banyak juga tanaman obat dan hias. Di sini letak strategis dan juga menjadi tujuan wisata,” tambah Suwandi.

Komentar

VIDEO TERKINI