Pascakebakaran, Pedagang Pasar Lawang Akan Direlokasi Akhir April

April 19, 2019
Belum ada gambar

MALANG, RAKYATJATENG – Pascakebakaran pada Rabu (17/4) lalu, Unit Pengelola Pasar Daerah (UPPD) Lawang bakal melakukan relokasi bagi pedagang yang terdampak kebakaran. Rencananya, relokasi akan dilakukan paling cepat pada akhir bulan April ini.Kepala UPPD Lawang Sigit Sugiharto mengatakan, dua hari yang lalu pihaknya sudah melakukan koordinasi secara lisan dengan pihak terkait. Seperti Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Malang, Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika), dan pihak desa.“Sudah ada rencana relokasi ke tempat penampungan sementara, agar pedagang bisa beraktifitas kembali,” ujarnya, Jumat (19/4).Setidaknya ada dua alternatif lokasi yang bakal dijadikan tempat relokasi. Pertama di gedung lantai 2 Pasar Lawang sebelah Utara. Kedua yakni di Jalan Panglima Sudirman. Sigit mengaku telah menginformasikan rencana relokasi tersebut kepada para pedagang.“Kami belum mengambil langkah lebih jauh dengan pihak pedagang. Tapi sudah memberi info tentang rencana relokasi,” katanya.Ia menargetkan, relokasi nantinya akan dilakukan pada akhir bulan April atau awal bulan Mei. “Harapan sebelum puasa bisa berdagang lagi,” ujarnya.Ketika ditanya terkait kendala relokasi, Sigit mengaku masih harus melakukan pendataan terhadap pedagang. “Harus buat peta-peta, berapa yang kena musibah,” jelasnya.Sementara itu, salah satu pedagang yang kiosnya terdampak, Maksum, 70, mengatakan, rencana relokasi yang akan dilakukan pada awal Mei tersebut menurutnya memberatkan pedagang. “Awal bulan, dari pedagang berat. Kan sebagai pedagang, mau lebaran punya tanggungan. Ada yang belum bayar,” ujarnya.Dia meminta, relokasi bisa dilakukan paling tidak satu hingga dua minggu kedepan. “Minta (relokasi) secepatnya. 1-2 minggu selesai, kalau nunggu satu bulan, (ada) rapat, dana, repot,” katanya.Dari dua opsi tempat relokasi, Maksum lebih memilih untuk dipindah ke jalan Panglima Sudirman. “Jangan di atas pasar. Kalau bisa di jalan Panglima Sudirman, itu milik pemerintah,” pungkasnya.

Komentar

VIDEO TERKINI