Gelombang Tinggi, Nelayan di Cilacap Berhenti Melaut

April 18, 2019
Belum ada gambar

CILACAP, RAKYATJATENG – Ribuan nelayan di Kabupaten Cilacap tidak melaut karena gelombang tinggi di Samudra Hindia, selatan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, yang mencapai enam meter, kata Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Cilacap Sarjono.”Mayoritas nelayan tidak melaut karena menggunakan perahu berukuran kecil. Nelayan-nelayan dengan kapal berukuran lebih dari 10 GT (Gross Tonage) yang sudah di tengah laut berusaha berlindung di tempat aman, sedangkan yang masih di Cilacap tidak berani melaut,” katanya di Cilacap, Jawa Tengah, Kamis (18/4).Menurut dia, jumlah kapal berukuran di atas 10 GT yang sudah berangkat melaut dan berlindung di tempat aman sekitar 100 unit, sedangkan yang tidak berangkat melaut sekitar 200 unit termasuk yang berukuran 5-10 GT. Sementara untuk kapal-kapal berukuran kurang dari 5 GT atau kapal kecil yang tidak melaut sekitar 5.000 unit.Selain karena ada gelombang tinggi, kata dia, arus airnya sangat kencang dan saat sekarang sedang pasang. “Ketika airnya surut, biasanya akan terjadi gelombang tinggi karena adanya daya tarik,” kata Sarjono.Ia mengakui nelayan tidak melaut bukan semata-mata karena gelombang tinggi, namun juga saat ini sedang masa paceklik sehingga tidak banyak ikan yang dapat ditangkap.Dia memperkirakan perairan selatan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta dalam waktu dekat akan segera memasuki musim angin timuran sehingga diharapkan berbagai jenis ikan kembali keluar agar dapat ditangkap oleh nelayan.Dalam kesempatan terpisah, Kepala Kelompok Teknisi Stasiun Meteorologi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Cilacap Teguh Wardoyo mengatakan saat sekarang terdapat pola Sirkulasi Eddy di utara Papua.”Pola angin di wilayah utara Indonesia umumnya dari Barat Laut hingga Timur Laut dengan kecepatan 3-15 knot, sedang di wilayah selatan Indonesia umumnya dari timur-selatan dengan kecepatan 3-20 knot,” katanya.

Komentar

VIDEO TERKINI