Jateng Miliki 835 TPS Rawan, Begini Penjelasan Polda

April 15, 2019
Belum ada gambar

SEMARANG, RAKYATJATENG – Tak kurang dari 835 tempat pemungutan suara (TPS) masuk ke dalam TPS rawan yang dikategorikan oleh Kepolisian Daerah Jawa Tengah. Ratusan TPS ini bagaimanapun masuk dalam pantauan karena tak cuma rentan konflik antar masyarakat saja.Kepala Bidang Operasi Polda Jateng Kombes Pol Hariyanto menjelaskan, kerawanan yang dimaksud bisa jadi karena berkaitan dengan letak geografis. “Misal agak jauh, terpencil gitu atau mungkin karena kekuatan antar pendukung paslon (Pilpres) di sana,” katanya, Senin (15/4).Adapun faktor lain macam rawan bencana, seperti di Kabupaten Banjarnegara dan Wonosobo. Mengingat di sana adalah kawasan pegunungan dan sekarang masih musim penghujan. “Atau bisa banjir seperti di Pati maupun rob di Pekalongan Kota,” sambungnya.Menentukan rawan tidaknya TPS yang ada, kepolisian juga menilik riwayat tempat pemungutan suara yang ada. Semisal pernah terjadi konflik semasa coblosan Pilpres atau Pilkada sebelum ini. “Bisa juga ada indikasi petugasnya tak netral atau ada pendukung sama besar. Atau minoritas dan mayoritas pendukungnya. Lalu daerah yang kurang pengetahuan soal pemilihan itu juga masuk kategori rawan,” sambungnya lagi.Mengenai daerah yang rawan konflik tadi, menurut Hariyanto, jumlahnya tidak terlalu mencolok. Hanya 93 dari total 115 ribuan TPS yang ada di Jateng. Lokasinya beragam, ada Kota Solo, Semarang, Kabupaten Temanggung, juga Cilacap.Skema pengamanannya untuk TPS rawan benturan ini, adalah dengan menempatkan dua anggota kepolisian di satu TPS. Sementara untuk kerawanan model lain, semisal bencana, yaitu 2 anggota mengawasi 4 TPS. “Lalu di samping itu ada penebalan yang bukan PAM TPS, mungkin dari TNI atau Polri. Patroli begitu, memantau. Dia bisa patroli di sekitaran TPS untuk membantu,” bebernya.

Komentar

VIDEO TERKINI