10 Provinsi Raih Penghargaan Wisata Halal Unggulan, Termasuk Jateng dan Sulsel

April 9, 2019
Belum ada gambar

JAKARTA, RAKYATJATENG – Kementerian Pariwisata menganugerahi Provinsi Jawa Tengah penghargaan sebagai daerah dengan wisata halal unggulan. Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya di Pullman Hotel Jakarta, Selasa (9/4) siang.Jateng, menurut Arief, menjadi bagian dari 10 daerah di Indonesia yang memiliki wisata halal unggulan berstandar global 2019. Selain Jateng, daerah lain yang dimaksud adalah Jawa Barat, DKI Jakarta, Riau dan Riau Kepulauan, Nusa Tenggara Barat, Daerah Istimewa Jogjakarta, Sumatera Barat, Jawa Timur (Malang Area), Aceh, dan Sulawesi Selatan (Makassar).Dijelaskan Arief pada acara Wonderful Indonesia Halal Tourism Meeting and Conference 2019 itu, Indonesia menjadi salah satu negara yang diperhitungkan dalam industri pariwisata halal dunia atau halal tourism. Sebagai pemain global, Indonesia menggunakan standar yang mengadopsi standar Global Muslim Travel Index (GMTI).“Indonesia tahun ini menargetkan menjadi ranking pertama sebagai destinasi wisata halal terbaik dunia. Kita menargetkan lima juta wisman muslim friendly atau 25 persen dari target 20 juta wisman tahun ini,” kata Arief dalam sambutannya.Sementara Kadisporapar Jateng Sinung N. Rachmadi berharap semua pelaku pariwisata di Jateng terus bersinergi merawat sikap keramahtamahan dan penyediaan fasilitas, serta makin informatif. Utamanya kepada wisatawan muslim, baik domestik maupun mancanegara.“Sinergi itu sinkronisasi energi, jadi semua pihak baik pemerintah maupunstakeholder harus terus dalam barisan yang sama memajukan pariwisata melalui penyediaan pelayanan yang makin baik dan makin informatif,” kata Mantan Kasatpol PP Jateng itu.Penghargaan tersebut, sesuai penuturan Sinung, tak dapat dipisahkan dari dukungan dan partisipasi seluruh pihak. Termasuk Asosiasi Pariwisata Travel Agent dan Perhotelan serta Homestay. Belum lagi peran Pemkab/Pemkot di Jateng yang selalu memperbaharui berbagai pemikiran pengembangan tentang market trend wisata kekinian.

Komentar

VIDEO TERKINI