Jaringan Narkoba Dibongkar, BNNP Jateng Sita Duit Miliaran Hasil Pencucian Uang

April 5, 2019
Belum ada gambar

SEMARANG, RAKYATJATENG – Badan Nasional Narkotika Provinsi (BNNP) Jawa Tengah mengungkap tindak pidana pencucian uang (TPPU) dari hasil narkotika. Lagi-lagi melibatkan Christian Jaya Kusuma alias Sancai, narapidana narkoba kelas kakap asal Kalimantan.Kepala BNNP Jateng Brigjen Pol M. Nur mengatakan, pengungkapan kasus ini bermula dari tertangkapnya seorang pengedar sabu bernama Dedi Kania. Dia dibekuk di Semarang, 8 November 2017. Dari pengakuan Dedi, dia diperintah oleh Sancai untuk mengedarkan serbuk haram tersebut.Sancai sendiri merupakan narapidana kasus narkoba kelas kakap. Dia dikenal lihai mengendalikan bisnis sabu-sabu. Jaringan Sancai berulang kali ditangkap dari hasil pengembangan pihak BNN. Meski berulang kali dipindah lapas, Sancai beberapa kali masih bisa leluasa mengendalikan narkoba dari balik jeruji. Baik Sancai maupun Dedi, sama-sama sudah divonis.“CJK alias Sancai mengedarkan narkotika menggunakan transaksi bank melalui 4 rekening atas nama SN (Saniran, Red). Sedangkan yang mengoperasionalkan keempat rekening adalah CC (Charles, Red) atas perintah Sancai,” terang M. Nur saat menggelar jumpa pers di markasnya, Semarang, Jumat (5/4).Baik Charles dan Saniran adalah pengatur keuangan hasil jual-beli narkotika jaringan Sancai. Mereka juga sudah divonis dengan jumlah hukuman kurung yang berbeda.Sejak saat itu, kasus ini terus dikembangkan oleh BNN. Hingga akhirnya, pada 26 Maret lalu lembaga antimadat tersebut sukses membekuk Fachrul Razi alias Yamani Aburizal alias Arahman. Dia adalah tersangka terbaru TPPU hasil tindak pidana narkotika jaringan Sancai.“Dia ditangkap di Jalan Cilik Riwut, Kecamatan Selat Dalam Kapuas, Kalimantan Tengah. FR ini (Fachrul Razi, Red) sudah menerima aliran uang dari rekening atas nama Sancai total sekitar Rp 4 miliar,” beber Nur.

Komentar

VIDEO TERKINI