Ganjar Sampaikan Pesan Jokowi Soal Kasus Pengeroyokan di Purworejo

April 5, 2019
Belum ada gambar

PURWOREJO, RAKYATJATENG – Kasus pengeroyokan seorang pengatur lalu lintas kendaraan proyek pertambangan di Purworejo ternyata memancing perhatian Presiden Joko Widodo. Hal itu dibeberkan oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo saat ngopi di angkringan bareng warga Kutoarjo, Purworejo, Jumat (5/4).Ganjar berkisah bagaimana ia ditanyai langsung oleh Jokowi mengenai kondisi korban bernama Yuli Wijaya, 28. Tepatnya saat keduanya berjumpa pada acara kampanye terbuka di Brebes, Kamis (4/4) kemarin.“Pak Presiden tanya langsung sama saya. Beliau bertanya piye bocah kae? Saya jawab saya mau nengok langsung pak. Kemarin beliau mengatakan juga telah mengirim utusan,” kata Ganjar yang mengaku ke Kutoarjo, kampung halamannya, karena ingin menghadiri resepsi pernikahan keponakannya.“Kampanye yo kampanye, tapi ojo jotos-jotosan. Pak Jokowi berharap agar yang ini tidak terulang. Kemarin yang di Solo kejadian, yang di Purworejo juga kejadian. Ya kampanye mesti damai, jangan adu otot, adu keceriaan saja, adu program saja,” bebernya lagi.Sekedar diketahui, Yuli adalah warga Krendetan, Bagelen, Purworejo. Dia merupakan pengatur lalu lintas jalur keluar masuk kendaraan proyek pertambangan batu andesit di kawasan Jalan Jogja kilometer 11, dekat SDN Krendetan, Bagelen, Purworejo.Yuli menjadi korban pengeroyokan oleh sejumlah massa peserta kampanye yang dugaannya adalah bagian dari kubu pendukung Prabowo-Sandi. Yang tengah dalam perjalanannya kembali menuju arah Jogjakarta usai menghadiri acara kampanye terbuka kubu 02 di Lapangan Kemiri, Selasa (2/4).Baik Yuli dan rombongan pengeroyok saat itu bertemu di tempat tak jauh dari posisi korban tiap harinya bekerja. Kepolisian sementara menduga, peristiwa ini dipicu lantaran korban mengenakan kaos bergambar Jokowi. Para pengeroyok sempat meminta korban melepaskan pakaian yang dikenakannya sebelum menghajarnya ramai-ramai.

Komentar

VIDEO TERKINI