Soal Larangan Pengendara Sambil Merokok, Polda DIJ: Kami Belum Rakor

April 3, 2019
Belum ada gambar

JOGJAKARTA, RAKYATJATENG – Direktorat Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) belum akan melakukan penindakan terhadap pengendara sepeda motor sambil merokok. Selain belum ada integrasi dengan instansi terkait, juga perlu adanya sosialisasi.“Kami belum rakor (rapat koordinasi mengenai aturan larangan merokok sambil berkendara). Menunggu dari Dishub (Dinas Perhubungan) DIJ juga biar bisa terintergrasi,” kata Dirlantas Polda DIJ Kombes Pol Tri Julianto Djati Utomo saat dikonfirmasi JawaPos.com, Selasa (2/4).Untuk setiap aturan yang baru diterbitkan, petugas harus memberikan sosialisasi kepada masyarakat. Ketika sudah ada instruksi, maka nantinya dirilis. “Kan perlu sosialisasi dulu ke masyarakat, bukan langsung ditindak,” ucap Tri Julianto.Kepala Dishub DIJ Sigit Sapto Raharjo menambahkan, aturan yang diterbitkan pemerintah pusat tentunya akan berlaku di seluruh Indonesia. Namun sampai saat ini pihaknya belum mendapatkan sosialisasi mengenai kebijakan itu. “Pastinya akan berlaku di seluruh daerah. Tapi kami belum mendapat sosialisasi penerapannya nanti bagaimana,” terang Sigit.Ketika memang sudah mendapatkan informasi dari pusat, maka akan diteruskan ke masyarakat. Mengenai penindakannya diserahkan ke pihak kepolisian. “Kalau untuk penindakan nanti petugas kepolisian,” ucapnya.Aturan dilarang merokok saat mengendarai kendaraan roda 2 tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan RI Nomor 12 Tahun 2019 Pasal 6 huruf (c) Tentang Perlindungan Keselamatan Pengguna Sepeda Motor yang Digunakan untuk Kepentingan Masyarakat.Aturan itu tidak hanya melarang pengendara sambil merokok. Tapi juga aktivitas lainnya seperti telepon atau mendengarkan musik. Aturan telah diterbitkan dan berlaku mulai 11 Maret 2019. Salah 1 sanksi jika melanggar adalah denda sebesar Rp 750 ribu.(JPC)

Komentar

VIDEO TERKINI