Kunjungi Pesantren di Sragen, Kemenperin Ciptakan Santripreneur

Maret 24, 2019
Belum ada gambar

Menperin Airlangga Hartarto saat mengunjungi Ponpes Darul Ihsan Muhammadiyah Sragen (Istimewa)SRAGEN, RAKYATJATENG – Pondok Pesantren Darul Ihsan Muhammadiyah, Sragen, Jawa Tengah, menumbuhkan wirausaha baru melalui program Wira Usaha Baru (WUB) Santri Bidang Industri. Program tersebut dibuat Direktorat Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian.Direktur Jenderal IKMA Kemenperin Gati Wibawaningsih mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan untuk menumbuhkan wirausaha baru di kalangan para santri.“Harapannya santri dapat menciptakan usaha-usaha baru di bidang industri,” kata Gati Wibawaningsih, Jumat (22/3).Dia mengatakan, program santripreneur yang digagas Ditjen IKMA Kemenperin telah membina sebanyak 22 pondok pesantren. Lebih dari 3000 santri telah diberikan pelatihan produksi dan motivasi kewirausahaan.“Cakupan lingkup pembinaan kami diantaranya pelatihan produksi dan bantuan mesin atau peralatan di bidang olahan pangan dan minuman (roti dan kopi),” terang Gati.Lainnya adalah perbengkelan roda dua, kerajinan boneka dan kain perca, konveksi busana muslim dan seragam, daur ulang sampah, dan produksi pupuk organik cair. Gati memaparkan, pondok pesantren dapat berperan strategis dalam mendukung pertumbuhan industri di Tanah Air.Menurutnya, pondok pesantren memiliki peran sebagai Agent of Development yang sangat penting dan strategis dalam mengembangkan sumber daya masyarakat di pedesaan. Sehingga menjadi sarana yang penting dalam pemberdayan ekonomi masyarakat.Berdasarkan sensus Kementerian Agama di tahun 2014-2015, jumlah pondok pesantren di Indonesia diperkirakan sebanyak 28.961 yang tersebar di seluruh provinsi dengan total santri sekitar 4.028.660 santri. Dari total 28.961 pondok pesantren, sekitar 23.331 pondok pesantren atau 80 persen diantaranya tersebar di empat provinsi yaitu, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Banten.“Pondok pesantren memiliki potensi dalam penyediaan sumber daya manusia yaitu para santri yang berkualitas, ulet, sabar, jujur dan tekun,” ungkap Dirjen IKMA.

Komentar

VIDEO TERKINI