Upaya AQUA Klaten Selamatkan Sumber Mata Air Sub Das Pusur

Maret 22, 2019
Belum ada gambar

KLATEN, RAKYATJATENG – AQUA Klaten sebagai perusahaan air minum kemasan tidak sekadar mencari keuntungan pada bisnis usaha saja. Tetapi juga memiliki kepedulian terhadap pengelolaan sumber daya alam (SDA) berupa air. Salah satunya menyelamatkan sumber mata air di sekitar Sub Daerah Aliran Sungai (DAS) Pusur.Cuaca mendung menyelimuti kawasan sumber mata air di Dusun Padan, Desa Daleman, Kecamatan Tulung, Kamis (21/3). Namun ini tak menyrutkan langkah jajaran AQUA Klaten, Pemerintah Kecamatan Tulung, sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), serta warga untuk membersihkan umbul. Sebab kondisinya sudah tidak terawat. Padahal potensi air yang dihasilkan melimpah.Umbul ini merupakan bagian dari kawasan Sub Das Pusur yang selama ini menjadi perhatian dari AQUA Klaten. Sebagai potensi cadangan air dan irigasi untuk 5 hektare lahan persawahan. Termasuk dimanfaatkan untuk pelayanan air bersih bagi 130 kepala keluarga (KK) dengan 450 jiwa.Ari dari Umbul kecil ini sejatinya layak dikonsumsi. Tetapi harus diselamatkan terlebih dahulu. Mengingat masih banyak sampah berserakan. Maka AQUA Klaten melibatkan berbagai komponen masyarakat, melakukan gerakan bersih-bersih umbul.”Kegiatan bersih-bersih sumber mata air ini skalanya kecil, tetapi sarat makna. AQUA Klaten ingin menumbuhkan semangat para pendiri. Menyebarkan air sehat ke seluruh penjuru Indonesia. Beriringan dengan bisnis, kami lakukan misi sosial, yakni pelestarian sumber mata air,” ucap Kepala Pabrik AQUA Klaten, I Ketut Muwaranata.Konservasi AQUA Klaten di kawasan Sub DAS Pusur sudah berjalan dari hulu sampai hilir. Melalui kerja sama dengan Lembaga Pengembangan Teknologi Pedesaan (LPTP) Surakarta dan Pusur Institute. Diimplementasikan secara komprehensip dan terintegrasi melalui program pengelolaan sumber daya air.Melalui pembersihan umbul ini, diharapkan tumbuh kebersamaan dalam menjaga kelestarian air. Jangan sampai volume air menyusut. ”Saya dapat kabar di sekitar umbul ada pohon beringin, tetapi sudah ditebang. Saya harap hal itu tidak terulang lagi. Kalau beringin ditebang, volume airnya makin berkurang,” terang Ketut.

Komentar

VIDEO TERKINI