Tahun Lalu BTN Karimunjawa Tutup Wisata Hiu, Ini Penyebabnya

Maret 22, 2019
Belum ada gambar

Hal serupa juga disampaikan pengelola biro perjalanan wisata ke Karimunjawa lain, Hasanuddin. Dia menuturkan, sudah dua tahun terakhir atraksi wisata berenang bersama hiu tak dimasukkan dalam tour laut para wisatawan.”Lokasi itu kami lewati. Selanjutnya kami ganti dengan wisata di lokasi-lokasi lain di Karimunjawa. Saat ini lokasi menarik kan tidak hanya di pulau-pulaunya. Namun di daratan Karimunjawa juga sudah banyak dibuka lokasi yang menarik,” ujarnya.Terpisah, Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Jepara Zamroni Lestiaza, mengatakan, penangkaran hiu di Kepulauan Karimunjawa memang salah satu menjadi destinasi wisata yang sebelumnya banyak dikunjungi. Hal ini karena di sana ada atraksi unik yang jarang ditemui di tempat lain. ” Lokasi itu menjadi salah satu tujuan wisata dan sudah banyak dikenal wisatawan,” katanya.Namun, mengenai legalitas penangkaran hiu itu, pihaknya tidak mengetahui secara pasti dan masih menjadi pertanyaan. ”Tapi yang jelas pihak BTN Karimunjawa melakukan penutupan lokasi itu untuk aktivitas wisata,” jelasnya.Zamroni tak memungkiri kadangkala antara pariwisata dan lingkungan memang bertolak belakang. ”Karena itu segala sesuatunya harus disikapi dengan bijak,” terangnya.Dengan adanya kasus hiu-hiu mati di penangkaran Pulau Menjangan Besar, Karimunjawa, itu, pihaknya menilai sudah waktunya dikaji kembali. ”Penyebabnya (matinya puluhan hiu, Red) juga belum jelas. Apakah karena siklus airnya atau karena apa. Mengelola hiu tentunya susah dan memerlukan treatment khusus,” tuturnya.Sementara disinggung mengenai dampak untuk pariwisata di Karimunjawa, Zamroni mengaku, secara umum dampaknya tidak terasa signifikan. Sebab, ketika datang ke Karimunjawa wisatawan bisa secara langsung melihat biota laut di lokasi-lokasi lain. ”Masih banyak lokasi wisata lain yang menarik. Termasuk melihat biota laut di lokasi lain,” imbuhnya.

Komentar

VIDEO TERKINI