Kembangkan Kreasi Makanan dan Pertahankan Jajanan Tradisional Damaran

Maret 22, 2019
Belum ada gambar

KUDUS, RAKYATJATENG – Dengan luas sekitar 117 hektar, Desa Damaran hanya memiliki jumlah penduduk sekitar 1.264 jiwa. Meskipun begitu, masyarakat desa ini terbilang cukup kreatif. Hampir sebagian besar penduduk di desa ini memilih untuk mendirikan usaha mandiri di bidang kuliner. Mulai dari usaha catering, cokelat kreasi, hingga jajanan tradisional.Dari sederet usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di bidang kuliner, jajanan tradisional, dan makanan basah menjadi andalan. Bahkan bisa dibilang pedagang di pasar jajanan pagi yang berada di gang 4 Desa Panjunan Kudus didominasi oleh produk dari desa ini. ”Biasanya mereka memang menjual produk jajanan tradisionalnya di sana,” kata Kepala Desa Damaran Moh. Said Romadlon kemarin.Beberapa jajanan yang diproduksi oleh warga Desa Damaran diantaranya apem, jajanan kering, hingga jamu rempah jowo. Meskipun UMKM yang dijalankan warganya terbilang cukup maju dan lancar, saat ini dirasa masih perlu ada pendampingan dari desa. Menurutnya, masyarakat masih perlu diberikan pembinaan untuk menjadikan produknya lebih berkualitas dan bernilai jual tinggi.”Pihak desa tak akan melepas tanggung jawab untuk pengembangan dan pengawasan. Kami telah bekerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja Perindustrian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disnaker Perinkop dan UKM) Kabupaten Kudus,” katanya.Dalam hal ini, edukasi terhadap warga pelaku UMKM terus dilakukan. Salah satu yang ditekankan yakni tentang higienitas, kemasan produk yang menarik, hingga cara-cara pemasaran modern.”Saat ini beberapa sudah mulai mengaplikasikannya. Terutama anak-anak muda, sudah mulai memasarkan jajanan tradisional melaui online,” katanya.Saat ini keberadaan jajanan tradisional sudah mulai jarang ditemui. Dengan terus mendukung warganya untuk terus bergiat di usaha ini, diharapkan mampu memberikan andil dalam penyelamatan tradisi lokal yang telah ada.

Komentar

VIDEO TERKINI