Cuaca Buruk, 300 Hektare Tanaman Padi di Banyumas Terancam Puso

Maret 22, 2019

PURWOKERTO, RAKYATJATENG – Sekitar 300 hektare tanaman padi di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, mengalami kerusakan akibat cuaca buruk yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Banyumas Widarso mengatakan tanaman padi yang terdampak cuaca tersebut tersebar di wilayah Tambak, Sumpiuh, dan Kemranjen itu tergenang .”Kalau tidak segera dipanen, dapat dipastikan puso,” katanya di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jumat (22/3).Kendati demikian, dia mengatakan petani di wilayah tersebut memiliki kebiasaan memanen padinya yang tergenang banjir dengan menggunakan perahu.Akan tetapi, kata dia, hal itu hanya bisa dilakukan terhadap tanaman padi yang siap panen.”Kalau tanaman padinya sudah tua dan tersentuh air, bisa berkecambah,” kata dia menambahkan.Widarso mengatakan secara teori pada bulan April hingga September merupakan musim tanam pada musim kemarau akan tetapi ternyata hingga saat ini curah hujan masih cukup tinggi.Padahal saat sekarang petani di Kabupaten Banyumas akan segera memasuki masa panen raya sehingga cuaca buruk yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir menjadi kendala karena dapat memengaruhi kualitas gabah hasil panen.”Selain tergenang banjir, ada pula beberapa area persawahan yang tanaman padinya roboh akibat terjangan angin. Dampaknya juga sama (seperti tergenang banjir) karena kandungan airnya makin tinggi sehingga tidak memenuhi standar yang ditentukan oleh Bulog,” katanya.Dalam hal ini, kata dia, makin tinggi kadar air pada gabah akan berpengaruh terhadap penurunan harga.Ia mengatakan agar kadar airnya memenuhi standar, petani harus mengeringkan gabahnya lebih dulu sebelum dijual ke Bulog sedangkan kondisi cuaca kurang mendukung proses pengeringan sehingga harus menggunakan alat pengering yang berdampak pada penambahan biaya bagi petani.

Komentar